Sulap TCASH jadi LinkAja, Pengguna Keluhkan Kesulitan Daftar

CNN Indonesia | Jumat, 22/02/2019 13:55 WIB
Sulap TCASH jadi LinkAja, Pengguna Keluhkan Kesulitan Daftar Ilustrasi. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sistem layanan keuangan elektronik milik PT Telekomunikasi Seluler alias Telkomsel bernama TCASH telah beralih nama menjadi LinkAja. Begitu pula dengan operasionalnya yang kini dipegang anak usaha Telkomsel, PT Fintek Karya Nusantara alias Finarya.

Direktur Finarya Danu Wicaksana yang sebelumnya menjabat sebagai CEO TCASH menjelaskan pengguna tinggal meningkatkan kualitas (update) aplikasi TCASH menjadi LinkAja dan kemudian masuk (login) ke aplikasi tersebut. Setelah itu, seluruh profil, saldo, hingga transaksi yang semula didapat dari aplikasi TCASH bisa digunakan di LinkAja.

"Pelanggan TCASH tidak perlu khawatir karena semua layanan dan fitur yang sebelumnya tersedia pada layanan TCASH tetap dapat diakses dengan dinikmati pada layanan LinkAja," ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (22/2).


Tapi sayangnya, pengalihan tersebut bermasalah. Jangankan melakukan transaksi pembayaran di LinkAja, beberapa pengguna justru mengeluh lantaran sulit login ke aplikasi. Padahal, akun pengguna masih terdaftar dan masih ada sisa saldo yang dimiliki di akun tersebut.


Febianca Putri (24), seorang pegawai swasta yang mengalami masalah itu mengaku sudah melakukan update aplikasi sejak pagi tadi. Namun, hingga siang ini belum bisa juga memasuki aplikasi LinkAja.

Ia mengatakan usai update dan login dengan nomor selulernya, aplikasi LinkAja mengirimkan kode verifikasi enam digit melalui pesan singkat (SMS). Namun, begitu kode tersebut dimasukkan, tidak ada proses masuk seperti yang umum terjadi saat login di aplikasi lain.

"Tidak ada tombol enter, lalu tidak otomatis proses juga. Tapi ada batas waktu sekitar 1 menit hingga akhirnya dikirimkan kode verifikasi baru. Tapi setelah itu sama saja, sudah masukkan kode verifikasi tidak bisa masuk," ujarnya kepada CNNIndonesia.com, Jumat (22/2).

"Padahal saya juga sudah coba dengan jaringan internet wifi (nirkabel) dan data seluler pada ponsel saya sendiri, tetap tidak bisa," tambahnya.

Selain Febi, masalah juga dialami Tasya Nurlistya (25), seorang pegawai swasta lainnya. Ia bahkan mengaku nomor selulernya sempat tidak dikenali oleh aplikasi sebanyak dua kali percobaan masuk ke aplikasi.


"Setelah dua kali coba masukkan nomor seluler, baru kemudian bisa lanjut diberi kode verifikasi. Tapi saat memasukkan kode verifikasi juga tetap tidak bisa masuk ke aplikasinya," ungkapnya.

Padahal, sambungnya, saldo di aplikasi TCASH sebelumnya masih sekitar Rp70 ribu. Selain itu, ia masih menggunakan aplikasi tersebut sekitar tiga minggu yang lalu, sehingga seharusnya masih aktif.

Sementara, Rizka Annisa (26), seorang ibu rumah tangga, mengaku enggan meng-update aplikasi TCASH menjadi LinkAja. Sebab, menurutnya memang sudah jarang menggunakan aplikasi tersebut karena keterbatasan promo.

"Belum (update), tapi mungkin tidak karena promonya terbatas. Selain itu, sekarang lebih sering pakai dompet digital lain yang lebih banyak promonya di mana-mana," katanya.

Terkait keluhan ini, Manager Corporate Communication Telkomsel Singue Kilatmaka mengaku masih terus memantau proses penggunaan sistem oleh pengguna setelah peralihan menjadi LinkAja ini.


Menurutnya, wajar bila pengguna sedikit bingung di awal karena mungkin belum benar-benar mengetahui informasi peralihan sistem ini, meski sosialisasi diklaim sudah diberikan sejak dua minggu yang lalu.

"Kami terus pantau, mungkin memang karena ini bersamaan peralihan dan update-nya, jadi perlu waktu. Tapi kami pastikan semua pengguna tetap bisa menggunakan aplikasi," jelasnya.

Pangkas Biaya Admin

Meski sudah beralih nama menjadi LinkAja dan mencoba login kemudian gagal, Febianca mengaku belum tahu apakah ingin menggunakan aplikasi ini lagi atau tidak. Sebab, menurutnya, aplikasi yang dulunya bernama TCASH itu, kini cukup tertinggal dibandingkan pesaingnya, seperti OVO dan Go-Pay.

Hal ini terlihat dari jumlah toko yang bekerjasama (merchant) dengan TCASH dulu dirasa tak sebanyak kedua pesaingnya itu. Selain itu, promo yang diberikan pun tak sebanyak dan semasif dari pesaingnya.


"Sama soal biaya admin, kalau isi saldo TCASH kena Rp6.500 per sekali pengisian dari transfer bank. Kalau pesaingnya, ada yang Rp1.000 per sekali pengisian, bahkan ada yang gratis," terangnya.

Senada, Rizka juga mengeluhkan pungutan biaya administrasi pengisian saldo TCASH dulu. Ia berharap bila LinkAja sudah efektif, manajemen bisa mengkaji besaran pungutan biaya administrasi itu. Minimal, sambungnya, di bank-bank pelat merah yang terintegrasi dengan LinkAja, yaitu BRI, BNI, Bank Mandiri, dan BTN.

"Seharusnya kalau sudah integrasi bisa lebih murah ya. Masa biaya adminnya setara transfer antar bank. Sama mungkin, promonya harus ada sih agar tidak kalah sama yang lain," katanya.

Sementara Danu menyatakan LinkAja bakal menyediakan banyak promo bagi pengguna ketika sudah efektif dioperasikan. "Ada juga rewards menarik bagi pengguna," pungkasnya.



(uli/agt)