Laku Rp3,13 Triliun, Sukuk Tabungan ST-003 Diminati Milenial

CNN Indonesia | Senin, 25/02/2019 18:50 WIB
Laku Rp3,13 Triliun, Sukuk Tabungan ST-003 Diminati Milenial Ilustrasi. (CNN Indonesia/Hesti Rika).
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Keuangan meraup dana senilai Rp3,13 triliun dari penjualan sukuk ritel jenis Sukuk Tabungan seri 003 (ST-003). Generasi milenial mendominasi pembelian sukuk yakni mencapai 51,74 persen dari total investor.

Hasil penjualan tersebut didapat dari masa penawaran ST-003 yang berlangsung pada 1-20 Februari 2019.

Dikutip dari laman resmi Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kemenkeu, pemerintah menerima kelebihan penawaran (oversubscribe) sebanyak 1,56 kali dari target pemerintah yakni Rp2 triliun. Rata-rata volume pembelian per investor mencapai Rp224,47 juta dan diminati oleh 13.932 investor.


Dari jumlah investor tersebut, Kemenkeu mencatat generasi milenial, atau investor berusia 19 hingga 39 tahun, mendominasi pembelian ST-003 yakni dengan porsi 51,74 persen dari total investor. Kemudian, peminat ST-003 disusul oleh generasi X yang berusia 40 hingga 54 tahun dengan porsi 27,65 persen.


Dari segi profesi, sebagian besar pembeli ST-003 adalah pegawai swasta dengan porsi 37,8 persen dari total investor. Kemudian diminati oleh wiraswasta dengan porsi mencapai 14,46 persen.

Penjualan sukuk tabungan diperoleh dari 13 mitra distribusi pemerintah yang terdiri dari, dua bank umum syariah, enam bank umum konvensional, satu perusahaan efek, dua perusahaan efek khusus, dan dua perusahaan teknologi finansial (fintech).

Rencananya, dana hasil penjualan ST-003 tersebut akan digunakan untuk memenuhi sebagian kebutuhan pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019, termasuk untuk membiayai proyek-proyek pemerintah.

Dengan demikian, maka total raihan dana dari penerbitan SBN ritel di tahun ini telah mencapai Rp7,13 triliun. Hal ini terdiri dari penerbitan Savings Bond Ritel (SBR) seri 005 sebesar Rp4 triliun dan ST-003 sebesar Rp3,13 triliun.


Penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) bruto tahun ini ditargetkan mencapai Rp825,7 triliun untuk menutup defisit APBN yang ditarget 1,84 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).
Rencananya, sebanyak 9 hingga 10 persen akan dikontribusikan dari penerbitan obligasi non-lelang, seperti obligasi ritel dan obligasi yang ditawarkan ke sekelompok kecil investor (private placement).

Sepanjang tahun lalu, pemerintah berhasil menghimpun Rp46 triliun dari obligasi ritel yang terdiri dari SBN ritel sebanyak Rp32,62 triliun dan sukuk ritel sebanyak Rp13,38 triliun. (glh/lav)