Jokowi 'Tebar' 1.500 Sertifikat di Empat Kabupaten di Jateng

CNN Indonesia | Selasa, 26/02/2019 00:27 WIB
Jokowi 'Tebar' 1.500 Sertifikat di Empat Kabupaten di Jateng Ilustrasi pembagian sertifikat. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali membagikan sertifikat lahan kepada masyarakat. Kali ini, pembagian dilakukan di empat kabupaten di Jawa Tengah;  Cilacap, Banjarnegara, Banyumas, dan Purbalingga.

Dalam pembagian yang dilakukan di GOR Tenis Indoor Kabpuaten Cilacap, Senin (25/2), setidaknya ada 1.500 sertifikat yang diberikan kepada masyarakat.  "Pokoknya ini mau saja percepat terus. Tahun 2018 kemarin ada 7 juta sertfikat (yang dibagikan). Tahun 2019 harus lebih banyak lagi," ujarnya saat membagikan sertifikat di GOR Tenis Indoor di Kabupaten Cilacap, Senin (25/2).

Jokowi berharap pemberian sertifikat lahan bisa mengurangi waktu yang harus ditempuh masyarakat untuk memperoleh legalitas atas tanah yang dimilikinya. Selain itu, kepala negara berharap sertifikat lahan bisa menjadi kunci untuk mengurangi konflik perebutan lahan yang masih sering terjadi.


Tak lupa, ia mengingatkan agar masyarakat yang menerima sertifikat agar bisa bijak dalam menggunakan bukti kepemilikan tanah tersebut. Misalnya, bila ingin menjadikan sertifikat itu sebagai jaminan pinjaman kredit, maka harus dihitung betul kemampuan pengembalian dana bila usaha justru tidak sesuai dengan harapan.


Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) Sofyan Djalil menambahkan, setidaknya ada 880 ribu hektare lahan yang harus disertifikasi di Provinsi Jawa Tengah. Sayangnya, ia tidak merinci berapa banyak lahan yang sudah rampung disertifikasi.

Namun, ia memastikan pemerintah akan terus berupaya agar 880 ribu hektare tanah di Jawa Tengah bisa tersertifikasi semua. "Badan Pertanahan Nasional menargetkan seluruh Jawa Tengah akan selesai pada 2023, semuanya tersertifikat," katanya pada kesempatan yang sama.

Berdasarkan data Kementerian ATR, total sertifikasi lahan pada 2015 mencapai 967.490 sertifikat. Jumlah tersebut meningkat pada 2016 menjadi 1.168.095 sertifikat.

Kemudian, jumlah sertifikat lahan kembali meningkat hampir lima kali lipat pada 2017 mencapai 5,4 juta sertifikat dan mencapai 9,4 juta sertifikat pada 2018.

[Gambas:Video CNN]

Pesan Persatuan

Di tengah penyerahan sertifikat lahan, seperti biasa, Jokowi mengundang beberapa penerima sertifikat untuk berdialog. Kali ini, kesempatan berdialog dengan Jokowi berhasil didapatkan Suparman, seorang warga Cilacap.

Suparman terlihat sangat antusias ketika berhadapan langsung dengan Jokowi. Bahkan, ia sempat menerobos pengamanan pasukan pengamanan presiden (Paspampres).

"Tadi kenapa ngotot (maju) ngopo?" tanya Jokowi kepadanya.

"Saking kepingin salaman sama Pak Presiden, Pak. Ini saya juga mewakili teman saya yang tidak bisa berangkat, saya wakili tetangga saya, namanya Mudjiono untuk ketemu Bapak," jawabnya.


"Oalah, enggeh, enggeh," timpal kepala negara.

Usai menumpahkan antusiasnya, Suparman kemudian mendoakan Jokowi agar kembali terpilih menjadi presiden dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

"Doa restu saya mudah-mudahan diterima Allah yang Maha Kuasa agar mendoakan kanjenengan, mudah-mudahan panjenengan nanti akan terpilih jadi presiden lagi," tuturnya.

"Loh kampanye ini, tidak boleh," tanggap Jokowi atas doa Suparman.

"Tidak (kampanye) Pak, tapi insyaAllah (menang). Ini saya bukan orang politik, Pak. Tapi saya tidak bisa bohong, Pak," jawab Suparman.


Tak hanya mendoakan Jokowi agar memenangkan kontestasi politik, ia juga menitipkan pesan kepada mantan gubernur DKI Jakarta itu agar terus menjaga persatuan antar masyarakat Indonesia. Khususnya di kalangan masyarakat muslim.

"Umat Islam di Indonesia harus bersatu, jangan berbeda-beda. Ulama tidak membedakan orang lain, tetap menjadi khusnul hasanah, Pak. Sebagai bangsa Indonesia harus menjaga kesatuan Indonesia," ungkapnya.

"Enggeh, enggeh," tutup Jokowi dalam dialognya bersama Suparman.
(uli/agt)