Pertumbuhan Ekonomi India Menciut jadi 6,6 Persen

CNN Indonesia | Jumat, 01/03/2019 11:11 WIB
Pertumbuhan Ekonomi India Menciut jadi 6,6 Persen Pertumbuhan ekonomi India menciut ke 6,6 persen pada kuartal terakhir 2018 lalu. Pencapaian ini meleset dari proyeksi sebesar 6,9 persen. (REUTERS/Amit Dave).
Jakarta, CNN Indonesia -- Pertumbuhan ekonomi India terus melambat. Pada kuartal terakhir tahun lalu, ekonomi India melorot menjadi 6,6 persen atau meleset dari proyeksi sebesar 6,9 persen.

Realisasi 6,6 persen menjadi laju terlambat pertumbuhan ekonomi India dalam lima kuartal terakhir. Diketahui, pada kuartal ketiga 2018, ekonomi India masih melaju 7,1 persen, dan kuartal kedua 2018 sebesar 8,2 persen.

Mengutip Reuters, Jumat (1/3), perlambatan pertumbuhan ekonomi diprediksi menjadi berita buruk bagi Perdana Menteri Narendra Modi yang akan berlaga pada pemilihan umum pada Mei 2019 mendatang.


Sebelum ini, kepemimpinan Modi tertekan dengan pendapatan pertanian yang melorot dan lemahnya pertumbuhan pekerjaan.

Kondisi tersebut diperkirakan mendorong bank sentral India untuk memangkas suku bunga acuan mereka pada pertemuan April nanti. Bulan lalu, bank sentral India telah memotong bunga acuan sebanyak 25 basis poin.

Jajak pendapat Reuters menyebutkan permintaan konsumen yang lemah dan pengeluaran pemerintah yang rendah menjadi biang keladi atas lambatnya pertumbuhan ekonomi India.


Kekhawatiran sejumlah ekonom adalah perlambatan masih akan berlanjut, mengingat lemahnya pertumbuhan ekonomi dunia dan konflik India dengan Pakistan.

Diketahui India dan Pakistan saling melancarkan serangan udara setelah bom mobil pada 14 Februari lalu yang mengakibatkan sedikitnya 40 polisi para militer India di Kashmir, meninggal dunia.

"Ke depan, kami berharap menghindari tekanan lebih lanjut pada kondisi keuangan yang lebih ketat, permintaan global yang lebih lemah, dan ketidakpastian politik," Aurodeep Nandi, Ekonom di Nomura Mumbai.


Kementerian Statistik India merevisi perkiraan pertumbuhan ekonomi negaranya pada tahun fiskal 31 Maret 2019 ke level terendah, yakni 7 persen, dari perkiraan sebelumnya sebesar 7,2 persen. Ini berarti, pertumbuhan pada Januari-Maret 2019 turun menjadi 6,1 persen.

Pun demikian, pertumbuhan ekonomi India masih lebih tinggi ketimbang China yang sebesar 6,4 persen. Artinya, pertumbuhan ekonomi India masih yang tertinggi.


(Reuters/bir)