Rupiah tidak tertekan sendiri. Sejumlah mata uang di kawasan Asia, juga mengalami tekanan terhadap dolar AS.
Pelemahan dialami rupee India yang tertekan 0,23 persen terhadap dolar AS dan yen Jepang yang melemah 0,06 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pengamat Pasar Uang PT Bank Mandiri Rully Arya Wisnubrata mengatakan rupiah belakangan ini memang masih mendapatkan tekanan dari kondisi neraca dagang dalam negeri yang masih defisit dan tingginya permintaan dolar AS.
Dari sisi global, rupiah juga mendapatkan bayang-bayang dari upaya negosiasi perang dagang yang dilakukan AS dan China. Walaupun negoisasi sudah menunjukkan titik terang, namun sampai saat ini belum ada kepastian mengenai perdamaian perang dagang antara dua negara tersebut.
Tapi, Rully mengatakan tekanan terhadap rupiah yang terjadi saat ini masih dalam batas wajar. Untuk hari ini, ia memperkirakan rupiah akan bergerak di kisaran Rp14.100-14.200 per dolar AS.