Tunggu OJK, Bank Panin Siap Jika ANZ Lepas Saham Tahun Ini

CNN Indonesia | Selasa, 05/03/2019 15:32 WIB
Tunggu OJK, Bank Panin Siap Jika ANZ Lepas Saham Tahun Ini Ilustrasi. (musnahterinjak via wikimedia commons (CC-BY-SA-3.0)).
Jakarta, CNN Indonesia -- Manajemen PT Bank Pan Indonesia Tbk (Bank Panin) mengaku sudah siap bila ada perubahan komposisi pemegang saham tahun ini. Perubahan itu lantaran rencana Australia & New Zealand Banking Group Ltd. (ANZ) melego sahamnya kembali menggema.

Direktur Utama Bank Panin Herwidayatmo menjelaskan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta ANZ untuk menurunkan porsi kepemilikan saham di Bank Panin jika tak ingin menjadi pemegang saham pengendali. Status ANZ kini masih menjadi pengendali dengan mengempit saham lebih dari 25 persen.

Mengutip RTI Infokom, porsi saham ANZ saat ini sebesar 38,82 persen di Bank Panin. Kepemilikan saham ANZ tercatat atas nama Vontraint No 1103 PTY Ltd. Sisanya, sebesar 46,04 persen digenggam oleh PT Panin Financial Tbk dan publik 15,14 persen.


"OJK aturannya jelas, kalau ingin pengendali ya di atas 25 persen, tapi mereka (ANZ) kan ingin menurunkan dari 38 persen," ucap Herwidayatmo, Selasa (5/3).


Ia mengatakan kewenangan atas penurunan saham ANZ sepenuhnya berada di OJK. Maka itu, Herwidayatmo mengaku tak tahu rencana pelepasan saham ANZ secara rinci hingga detik ini.

"Kalau mereka (ANZ) minta waktu lagi (untuk menurunkan sahamnya) ya itu kewenangan OJK mau memberikan waktu sampai kapan. Kami sudah siap kalau memang harus begitu," ungkapnya.

Herwidayatmo enggan berbicara banyak mengenai proses pelepasan saham ANZ di Bank Panin. Ia menilai lebih baik pihak ANZ yang memberikan pernyataan terkait hal tersebut.

"Ini bukan di tangan kami, di tangan ANZ. Kalau mereka yang melakukan tapi yang mengumumkan kami kan tidak pantas," tutur Herwidayatmo.


Sebagai informasi, rencana pelepasan saham ANZ sebenarnya telah menjadi bahan pembicaraan sejak September 2018. Namun hingga saat ini, belum ada kejelasan dari rencana tersebut.

Melalui keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun lalu, Bank Panin menyatakan tindakan pelepasan saham adalah murni hak pemegang saham. Pada September tahun lalu manajemen Bank Panin mengaku belum mendapatkan informasi terkait hal itu.

"Apabila kami telah mengetahui perkembangan lebih lanjut atas informasi tersebut akan segera kami sampaikan kepada Bursa," papar Herwidayatmo dalam keterbukaan informasi tersebut.

Pada akhir 2018 lalu, ANZ diisukan sudah menunjuk Morgan Stanley sebagai penasihat untuk melepas kepemilikan saham Bank Panin. Penyelesaian divestasi saham ANZ diperkirakan selesai pada tahun ini.


Sepanjang tahun ini, harga saham Bank Panin melonjak 14,45 persen dari semula Rp1.090 pada 2 Januari 2019 menjadi Rp1.470 hari ini. (aud/lav)