Delapan BUMN 'Patungan' Modali LinkAja

CNN Indonesia | Rabu, 06/03/2019 12:41 WIB
Delapan BUMN 'Patungan' Modali LinkAja Ilustrasi Linkaja. (CNN Indonesia/Hesti Rika).
Jakarta, CNN Indonesia -- Sebanyak delapan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akan menjadi pemilik dari sistem layanan keuangan elektronik LinkAja. Saat ini, LinkAja yang merupakan transformasi dari TCash masih sepenuhnya dimiliki oleh PT Telkomunikasi Seluler (Telkomsel).

Ketua Himpunan Bank-bank Milik Negara (BUMN) Maryono menjelaskan nantinya LinkAja akan dimiliki oleh delapan BUMN, yakni Telkom melalui Telkomsel, empat bank BUMN, Pertamina, Jiwasraya, dan Danareksa. Porsi kepemilikan saham masing-masing BUMN pada LinkAja pun menurut dia, akan berbeda.

"Pemegang sahamnya nanti ada delapan BUMN. Anda bisa bayangkan modalnya nanti luar biasa," ujar Maryono di Jakarta, Selasa (6/3).


Maryono menjelaskan masing-masing BUMN akan menginbrengkan aset pembayaran digital miliknya ke dalam platform tersebut. Aset-aset tersebut kemudian akan divaluasi guna mengetahui berapa dana tunai yang masih harus disetorkan masing-masing BUMN guna menggenggam saham pada LinkAja.


Rencananya, Telkomsel tetap akan menggenggam saham paling besar sebesar 25 persen. Kemudian Bank Mandiri, BNI, dan BRI masing-masing sebesar 20 persen, serta BTN dan Jiwasraya masing-masing 7 persen.

"Danareksa dan Jiwasraya nanti masing-masing akan sebesar 0,5 persen," ujar Maryono.

Maryono menjelaskan untuk dapat memiliki saham LinkAja, pihaknya berencana membentuk perusahaan modal ventura. Pasalnya, sesuai aturan OJK, bank tak bisa memiliki saham langsung pada bukan perusahaan keuangan.

Guna membentuk PMV, BTN rencananya akan menggelontorkan dana sebesar Rp150 miliar.


Ia pun memastikan LinkAja akan dikelola secara profesional layaknya perusahaan-perusahaan digital lainnya. BUMN pun sudah menyiapkan berbagai promo menarik guna menarik minat pengguna untuk bertransaksi.

Meski Aplikasinya sudah tersedia, LinkAja akan resmi diluncurkan oleh BUMN pada 13 April mendatang. Seluruh transaksi keuangan digital BUMN pun dapat dilakukan melalui platform tersebut.

"Bisa bayar listrik, beli obat di Kimia Farma, dan lainnya. BUMN ini keluarga, tentu akan ada diskon," terang dia.

Direktur Utama BNI ini pun menekankan bank-bank BUMN, termasuk BTN tentu akan diuntungkan. Keuntungan akan diperoleh antara lain dalam bentuk komisi transaksi top up dan pada akhirnya keuntungannya juga akan tumbuh. (agi/agi)