Bukit Asam Raih MURI gara-gara Tambang Batu Bara Tertua

Inalum, CNN Indonesia | Rabu, 06/03/2019 12:03 WIB
Bukit Asam Raih MURI gara-gara Tambang Batu Bara Tertua PT Bukit Asam Tbk meraih tiga penghargaan sekaligus dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI), salah satunya adalah tambang batu bara tertua yang masih aktif. (Foto: PT Bukit Asam)
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Bukit Asam Tbk (Persero) meraih tiga penghargaan sekaligus dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI), salah satunya adalah tambang batu bara tertua yang masih aktif.

Dua penghargaan lainnya adalah untuk Tari Nyambut dengan penari terbanyak dan peraih penghargaan lingkungan Proper Emas terbanyak.

Ketiga penghargaan ini diserahkan oleh Triyono, Manajer MURI kepada Arviyan Arifin, Direktur Utama PTBA pada acara Malam Puncak HUT PTBA, Sabtu (2/3), di Tanjung Enim, Sumatera Selatan.


Pagelaran Tari Nyambut sendiri dilakukan usai Upacara Peringatan Ulang Tahun PTBA ke-38. Sebanyak 1.204 penari terlibat dalam acara itu melibatkan pelajar SD hingga SMA. Tari Nyambut adalah taruan khas untuk menyambut tamu dan para penari menggunakan Batik Kujur.

"Di hari yang sama, PTBA juga berhasil meraih rekor MURI sebagai Perusahaan Tambang Batu Bara Peraih Penghargaan Lingkungan Proper Emas Terbanyak," demikian keterangan resmi, Kamis (6/3).


Pencapaian Proper itu mengantarkan PTBA menjadi Perusahaan Tambang Batu Bara satu-satunya yang berhasil meraih penghargaan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan tersebut sebanyak enam kali berturut-turut.

Proper sendiri penghargaan atas kinerja perusahaan dalam pengelolaan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.

Selain itu, pada 2019, PTBA juga merayakan 100 tahun Penambangan Tanjung Enim. Tambang yang mulai beroperasi sejak 1919 tersebut, sempat menggunakan metode penambangan bawah tanah (underground mining) hingga akhirnya kini menggunakan metode penambangan terbuka (open pit mining).

"Mencapai usia seabad dan masih aktif beroperasi, Tambang Air Laya menghantarkan Bukit Asam sebagai peraih rekor MURI untuk rekor Tambang Batu Bara Tertua yang Masih Aktif," demikian Bukit Asam. (asa/asa)