Total Laba BUMN Cuma Naik 1 Persen Sepanjang 2018

CNN Indonesia | Rabu, 06/03/2019 14:59 WIB
Total Laba BUMN Cuma Naik 1 Persen Sepanjang 2018 Menteri BUMN Rini Soemarno mengklaim kinerja perusahaan pelat merah masih baik di 2018. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian BUMN mengklaim kinerja perusahaan negara sampai dengan 2018 kemarin masih cukup positif. Kinerja tersebut bisa dilihat dari beberapa indikator.

Pertama, torehan laba yang berhasil dicetak sepanjang 2018 kemarin. Catatan mereka sepanjang 2018 torehan laba total BUMN mencapai Rp188 triliun.

Torehan laba tersebut naik Rp2 triliun jika dibandingkan 2017 yang mencapai Rp186 triliun.  Kedua, total aset.  Sampai dengan 31 Desember 2018, total aset BUMN mencapai Rp8.092 triliun. Aset tersebut naik Rp882 triliun dibandingkan 2017 yang masih Rp7.210 triliun.


Ketiga, kontribusi BUMN terhadap pembangunan infrastruktur yang terlihat dari besaran belanja modal. Catatan Kementerian BUMN, sepanjang 2018 kemarin besaran belanja modal yang digelontorkan BUMN untuk pembangunan infrastruktur berhasil mencapai Rp487 triliun, naik dibanding 2017 yang masih sebesar Rp315 triliun.


Keempat, kontribusi BUMN terhadap infrastruktur. Menteri BUMN Rini Soemarno mengklaim sepanjang 2018 kemarin kontribusi BUMN terhadap APBN berhasil mencapai Rp422 triliun, naik Rp68 triliun dibandingkan 2017 yang hanya Rp354 triliun. 

"Kinerja positif ini akan kami jaga dan tingkatkan agar BUMN dapat terus melayani negeri, menjadi agen pembangunan yang berfokus pada peningkatan kesejahteraan masyarakat," katanya dalam pernyataan yang dikeluarkan Rabu (6/3) ini. 

Rini mengatakan sepanjang 2018 kemarin BUMN juga berkontribusi besar dalam pembangunan. Di darat, BUMN telah berhasil merealisasikan pembangunan dan pengoperasian tol sepanjang 782 kilometer. BUMN juga telah berhasil mengaktifkan kembali rel kereta di Jawa Barat sepanjang 178,8 kilometer dan melaksanakan pembangunan LRT.

Di laut, BUMN juga telah membangun 27 pelabuhan baru, menyediakan 100 kapal pendukung tol laut, meningkatkan kapasitas peti kemas menjadi 28,8 teus dan mempercepat waktu bongkar muat barang pelabuhan dari yang 2014 lalu masih tujuh hari menjadi tinggal tiga hari.

(agt/agt)