BKPM Sebut Tangerang Selatan Calon Kuat KEK Pendidikan

CNN Indonesia | Senin, 11/03/2019 23:15 WIB
BKPM Sebut Tangerang Selatan Calon Kuat KEK Pendidikan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong menyebut Kota Tangerang Selatan akan menjadi calon kuat Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) bidang pendidikan. (CNN Indonesia/Andry Novelino).
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menyebut Kota Tangerang Selatan, Banten, akan menjadi calon kuat Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) bidang pendidikan. Pasalnya, banyak investor asing yang menanyakan kesediaan kawasan ini kepada BKPM.

Kepala BKPM Thomas Lembong mengatakan minat investor asing bermunculan setelah perusahaan teknologi asal Amerika Serikat, Apple inc, membuka Apple Developer Academy di kawasan Serpong. Hanya saja, Thomas tak menyebut secara rinci investor yang telah menyampaikan minat membuka perguruan tinggi di Tangerang Selatang.

Jika berstatus KEK, maka investasi di dalam wilayah tersebut bisa jadi akan mendapat kemudahan. Sesuai Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 104/PMK.010/2016, di mana investor bisa mendapat pengurangan Pajak Penghasilan (PPh) badan sebesar 20 persen hingga 100 persen.


"Jadi kelihatannya ini Tangerang Selatan akan menjadi calon kuat KEK bidang pendidikan," jelas Thomas, Senin (11/3).


Hanya saja, hal itu baru bisa dilakukan jika investasi di sektor pendidikan benar-benar bisa dibuka untuk asing. Saat ini, sektor pendidikan termasuk dalam daftar negatif investasi. Tepatnya, hal itu tercantum dalam Peraturan Pemerintah Nomor 44 Tahun 2016 tentang Daftar Bidang Usaha yang Tertutup dan Bidang Usaha yang Terbuka dengan Persyaratan di Bidang Penanaman Modal.

Sesuai beleid itu, kepemilikan asing di bidang pendidikan tinggi dibatasi sesuai Undang-Undang (UU) Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi. Di dalam UU tersebut, asing boleh membuka perguruan tinggi di Indonesia asal memperoleh izin pemerintah, berprinsip nirlaba, bekerja sama dengan perguruan tinggi Indonesia atas izin pemerintah, dan mengutamakan dosen dan tenaga kependidikan warga negara Indonesia.

"Kalau kami membuka (investasi) di sektor universitas, politeknik, dan terbuka secara internasional, akan banyak yang melirik Tangerang Selatan. Hal itu seiring tren sektor jasa ekonomi digital, termasuk vokasi di digital programming dan coding seperti Apple academy," terang dia.

Meski belum dibuka secara lebar, investasi asing di sektor pendidikan akan dilakukan oleh Australia untuk pertama kalinya. Hal itu dilakukan setelah penandatanganan perjanjian Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA CEPA) pekan lalu. Sesuai persetujuan tersebut, kepemilikan Australia di investasi sektor pendidikan di Indonesia bisa mencapai 67 persen.


"Australia ini merupakan destinasi nomor satu pelajar Indonesia untuk ke luar negeri. Sangat masuk akal kalau kalangan yang paling kencang buka kampus perwakilan di sini adalah Australia. Tak menutup kemungkinan akan ada banyak negara lainnya," jelas Thomas. (glh/lav)