RI Incar Potensi Ekspor 1,2 Juta Produk Otomotif ke Australia

CNN Indonesia | Rabu, 13/03/2019 15:59 WIB
RI Incar Potensi Ekspor 1,2 Juta Produk Otomotif ke Australia Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan Indonesia bakal menyasar pasar otomotif Australia. (CNN Indonesia/Yuli Yanna Fauzie).
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Perindustrian menyebut potensi ekspor otomotif ke Australia mencapai 1,2 juta unit per tahun. Dengan jumlah tersebut, pasar otomotif Australia menjanjikan peluang besar bagi negara eksportir, termasuk Indonesia.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan Indonesia bakal menyasar pasar otomotif Australia. Pasar Australia dinilai menjanjikan lantaran mereka telah menutup pabrik otomotif dalam 10 tahun terakhir. Alasannya, pasar Negeri Kanguru tersebut dianggap tidak menguntungkan bagi para produsen mobil.

"Potensi pasarnya (otomotif Australia) 1,2 juta unit. Kami siapkan dalam dua tahun (industri otomotif) sehingga ini bisa jadi primadona ekspor kita ke Australia," kata Airlangga di Hotel Shangri-La, Rabu (13/3).


Airlangga menyatakan industri otomotif Indonesia diuntungkan dengan penandatangan perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif atau Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA) dengan Australia pada Senin (4/3) lalu.


Lewat kerja sama itu, Australia meringankan persyaratan bagi kendaraan hybrid dan elektrik asal Indonesia untuk mendapatkan tarif 0 persen. Sepanjang kendaraan tersebut dirakit di Indonesia (terlepas nilai muatan lokal dan asal bahan baku), maka kendaraan tersebut mendapatkan tarif preferensi 0 persen.

Namun demikian, Indonesia harus bersaing dengan Thailand, Jepang, China, dan India. Sebab, selama ini Australia mengandalkan impor dari negara-negara tersebut untuk memenuhi kebutuhan otomotif dalam negeri.

"Saat ini, pesaing industri otomotif Indonesia di Asia Tenggara hanya Thailand. Dengan kebijakan yang ada (IA-CEPA) posisi kita bisa bersaing dengan Thailand," kata Airlangga.


Ia melanjutkan mayoritas permintaan mobil di Australia mayoritas berupa mobil penumpang dengan tipe Sport Utility Vehicle (SUV). Permintaan SUV mencapai 70 persen dari total pasar Australia. Untuk menyasar pasar Australia, lanjutnya, pemerintah mendorong peningkatan produksi dan ekspor otomotif Indonesia. Saat ini, industri otomotif Indonesia bisa memproduksi 1,3 juta unit dan berhasil mengekspor 346 ribu unit.

Dibandingkan dengan Thailand sebagai pesaing utama, Indonesia masih tertinggal. Produksi Thailand lebih tinggi dari Indonesia yakni sebesar 2,1 juta unit dengan ekspor 1,1 juta unit.

"Diharapkan industri otomotif utilisasinya bisa ditingkatkan menjadi 2 juta unit tahun 2025," kata Airlangga.

[Gambas:Video CNN] (ulf/lav)