Ketidakpastian Brexit, Investasi Inggris Diprediksi Anjlok

CNN Indonesia | Senin, 18/03/2019 12:47 WIB
Ketidakpastian Brexit, Investasi Inggris Diprediksi Anjlok Ilustrasi. (Reuters).
Jakarta, CNN Indonesia -- Kamar Dagang Inggris (British Chambers of Commerce/BCC) memperkirakan investasi di Negeri The Black Country itu akan merosot 1 persen pada 2019. Pasalnya, perusahaan-perusahaan Inggris akan memangkas investasi terbesar dalam 10 tahun terakhir pada 2019 akibat ketidakpastian keluarnya Inggris dari Uni Eropa (british exit/Brexit).

Hal itu diprediksi terjadi, meski Perdana Menteri Theresa May mendapat kesepakatan untuk memudahkan negara itu keluar dari Uni Eropa. Investasi yang turun tersebut akan memicu kenaikan upah yang dapat membebani perekonomian Inggris secara keseluruhan.

"Kelambanan politik telah menghasilkan konsekuensi ekonomi, dengan banyak perusahaan yang 'menginjak rem' pada keputusan investasi dan rekrutmen," kata Direktur Jenderal BCC Adam Marshall seperti dikutip dari Antara, Senin (17/3).


BCC mengatakan investasi bisnis diperkirakan tumbuh 0,6 persen pada 2020 dan 1,1 persen pada 2021. Angka itu menurunkan perkiraan pertumbuhan keseluruhan untuk ekonomi Inggris menjadi 1,2 persen pada 2019 yang sejalan dengan perkiraan terbaru Bank Sentral Inggris, dari perkiraan sebelumnya 1,3 persen.


Hal itu akan menjadi pertumbuhan ekonomi terlemah dalam satu dekade, yang mencerminkan perlambatan ekonomi global serta Brexit.

BCC hanya melihat kenaikan yang lemah dengan pertumbuhan hingga 1,3 dan 1,4 persen pada tahun 2020 dan 2021. BCC berasumsi bahwa Inggris akan menghindari keluarnya dari Uni Eropa secara tidak teratur.

Beberapa perusahaan bahkan telah memindahkan investasi dan rencana pertumbuhan kinerja bisnisnya sebagai bagian dari persiapan darurat mereka.

"Sebagian dari investasi ini mungkin tidak akan pernah kembali ke Inggris," ungkapnya.


Banyak perusahaan keuangan telah mendirikan operasi di negara-negara Uni Eropa lain, dan produsen mobil juga mengurangi rencana pengembangan usaha di Inggris, termasuk Bayerische Motoren Werke atau dalam Bahasa Inggris Bavarian Motor Works (BMW). Perusahaan asal Jerman itu mengumumkan bulan ini berpotensi memindahkan beberapa produksi jika situasi Brexit tidak menemui kesepakatan.

Menurut data resmi yang diterbitkan pada 2018, investasi bisnis di Inggris turun di setiap kuartal, jangka waktu terpanjang sejak krisis keuangan global.

Menteri Keuangan Inggris Philip Hammond berharap ada peningkatan investasi perusahaan ketiga kesepakatan Brexit dilakukan.

Kendati demikian, BCC mengatakan pengalihan sumber daya untuk mempersiapkan risiko Brexit akan membatasi investasi bangkit kembali. Terlebih, jika pengalihan sumber daya dilakukan tanpa kesepakatan dan biaya tinggi di depan dalam melakukan bisnis di Inggris.

[Gambas:Video CNN] (Antara/lav)