Perdagangan Saham Naik Jadi Rp10 Triliun per Hari

CNN Indonesia | Rabu, 20/03/2019 14:44 WIB
Perdagangan Saham Naik Jadi Rp10 Triliun per Hari Ilustrasi. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat jumlah rata-rata transaksi saham per 15 Maret 2019 meningkat 17 persen. Peningkatan terjadi sejak mereka menerapkan kebijakan T+2 mulai akhir tahun lalu.

Sejak kebijakan tersebut diterapkan, rata-rata transaksi saham di pasar saham meningkat dari Rp8,5 triliun menjadi Rp10 triliun. Sebagai informasi dengan 
penerapan T+2, artinya hak dan kewajiban pelaku pasar dalam melakukan transaksi beli dan jual akan diselesaikan hanya dalam dua hari setelah transaksi itu dilakukan.

Sebelumnya, transaksi diselesaikan dalam waktu tiga hari alias T+3. 
Direktur Utama Inarno Djajadi mengatakan kebijakan T+2 berhasil menjaring lebih banyak transaksi karena penyelesaian yang lebih cepat. Transaksi ini mencakup jual dan beli saham.


Diketahui, implementasi T+2 mulai dilakukan pada perdagangan Senin (26/11) lalu. Kebijakan tersebut diatur dalam Peraturan OJK Nomor 21/POJK.04/2018 tentang Waktu Penyelesaian Transaksi Bursa.

"Alhamdulillah dengan adanya T+2 jadi naik. Frekuensi saham naik 15 persen-16 persen dari November 2018 sampai 15 Maret 2019," papar Inarno, Rabu (20/3).

Mengutip RTI Infokom, jumlah frekuensi hingga perdagangan siang ini pukul 13.30 WIB tercatat sebanyak 229 ribu kali. Sementara, nilai transaksinya sebesar Rp3,71 triliun.

"Untuk jumlah frekuensi sudah lebih tinggi daripada Thailand. Rata-rata Thailand masih 380 ribu kali, Indonesia 436 ribu kali," jelas Inarno.

Selanjutnya, Inarno optimistis transaksi pasar saham masih akan stabil meski tahun ini pemerintah menyelenggarakan pesta demokrasi berupa pemilihan presiden (pilpres) pada April mendatang. Hal itu mengacu pada tahun-tahun sebelumnya ketika pilpres berlangsung, tapi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tetap perkasa.

[Gambas:Video CNN]

"Untuk pilpres sebelumnya 2004, 2009, 2014 baik-baik saja, korelasi tidak banyak. Tahun ini diharapkan korelasi dari pilpres juga tidak banyak," kata Inarno.

Mengutip data BEI, IHSG pada 2004 naik sebesar 44,56 persen, kemudian pada 2009 naik 86,98 persen dan 2014 naik 22,29 persen. Sementara, IHSG sejak awal tahun hingga perdagangan terakhir terpantau menguat 4,74 persen. (aud/agt)