Fitch Ratings Pangkas Proyeksi Pertumbuhan RI Jadi 5 Persen

CNN Indonesia | Rabu, 20/03/2019 18:03 WIB
Fitch Ratings Pangkas Proyeksi Pertumbuhan RI Jadi 5 Persen Ilustrasi pertumbuhan ekonomi. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Lembaga pemeringkat Fitch International memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2019 menjadi 5 persen. Sebelumnya, pada Oktober lalu, Fitch memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini masih bisa mencapai 5,1 persen.

Jika dibandingkan dengan realisasi pertumbuhan ekonomi 2018 yang sebesar 5,17 persen, proyeksi Fitch mengindikasikan pertumbuhan ekonomi tahun ini akan melambat. Hal itu berlawanan dengan keinginan pemerintah yang menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,3 persen.

"Perlambatan utamanya berasal dari kondisi eksternal, pertumbuhan ekonomi global dan China melambat," ujar Direktur Sovereign Ratings Fitch Thomas Rookmaaker di sela Seminar Fitch Ratings 'Indonesia Credit Briefing' dengan tema 'Fitch on Indonesia - The Election, Macro Economy and Credit Market' di Jakarta, Rabu (20/3).


Rookmaaker mengungkapkan perlambatan ekonomi global akan berdampak pada permintaan ekspor Indonesia. Meski secara volume ekspor Indonesia masih akan meningkat namun perlambatan ekonomi global akan mempengaruhi harga komoditas yang berimbas pada nilai ekspor secara keseluruhan.


"Kami meyakini Indonesia akan tetap fokus pada stabilitas eksternal dan daya tarik aset," ujarnya.

Di sektor investasi, Rookmaaker meyakini masih relatif stabil. Meski pemerintah tengah memperbaiki iklim investasi namun hal itu dilakukan secara bertahap.

Dengan defisit transaksi berjalan yang terus melebar, Fitch memperkirakan Bank Indonesia akan tetap menjaga suku bunga acuan di level 6 persen. Sementara itu, Ekonom Samuel Asset Management Lana Soelistianingsih menilai perekonomian Indonesia masih bisa tumbuh 5,1 persen ditopang oleh kuatnya konsumsi rumah tangga.

Terlebih, tahun ini, Pegawai Negeri Sipil (PNS) mendapatkan kenaikan gaji. Di sisi lain, perlambatan ekonomi China dari 6,5 ke kisaran 6 hingga 6,2 persen memberikan risiko bagi perekonomian Indonesia.

[Gambas:Video CNN]

"Perekonomian kita kan banyak keterkaitan dengan China," ujarnya.

Sebagai upaya untuk menjaga laju perekonomian, Lana menilai pemerintah harus mengendalikan impor yang lajunya tinggi. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi kuartal II akan memberikan gambaran yang lebih jelas terkait perekonomian sepanjang tahun.

Pasalnya, secara musiman, pertumbuhan ekonomi Indonesia akan mencapai puncaknya pada kuartal II karena ada momentum perayaan lebaran dan pergantian tahun ajaran baru. "Kalau pertumbuhan ekonomi kuartal II bisa 5,25 hingga 5,3 persen maka bisa mendorong perekonomian sepanjang tahun di atas 5,15 persen," jelasnya.

Pandangan lebih optimistis dilontarkan oleh Kepala Ekonom PT Bank Mandiri Tbk Anton Gunawan yang menilai perekonomian Indonesia bisa tumbuh stabil di kisaran 5,2 persen, tak jauh dari realisasi tahun lalu. Meski ia melihat risiko perlambatan ekonomi global, pertumbuhan ekonomi masih akan mendapatkan imbas positif dari pembangunan infrastruktur yang telah dilakukan pemerintah belakangan ini.

"Di satu pihak kita mendapatkan dorongan dari ini (infrastruktur). Di lain pihak perlambatan ekonomi juga akan terjadi," jelasnya.

(sfr/agt)