Sri Mulyani Yakin Pemilu Tak Bakal Hambat Ekonomi Indonesia

Safyra Primadhyta, CNN Indonesia | Rabu, 20/03/2019 12:33 WIB
Sri Mulyani Yakin Pemilu Tak Bakal Hambat Ekonomi Indonesia Menteri Keuangan Sri Mulyani indrawati mengatakan pemerintah berkomitmen terus menjaga kredibilitas kebijakan keuangan demi menjaga stabilitas perekonomian. (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A).
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati meyakini tidak ada yang perlu dikhawatirkan dari pelaksanaan pemilihan umum (pemilu) terhadap perekonomian Indonesia. Pasalnya berdasarkan data historis, pelaksanaan pemilu nasional berlangsung aman dengan pondasi demokrasi yang lebih baik.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu juga berkomitmen terus menjaga kredibilitas kebijakan keuangan demi menjaga stabilitas perekonomian.

"Apa yang Indonesia dapat tunjukkan adalah tidak perlu ada yang dikorbankan antara tiga hal, pemilu, kondisi makroekonomi, dan pertumbuhan kredit. Misalnya, jika ingin menggelar pemilu maka stabilitas makroekonomi harus dikorbankan. Itu tidak terjadi di Indonesia," ujar Sri Mulyani saat menghadiri Seminar Fitch Ratings Indonesia Credit Briefing dengan tema 'Fitch on Indonesia - The Election, Macro Economy and Credit Market' di Jakarta, Rabu (20/3).


Sri Mulyani mengungkapkan pemilu serentak berupa pemilihan presiden dan anggota legislatif yang berlangsung tahun ini akan menyebarkan tensi politik ke berbagai arah, tidak terpusat ke satu titik.


Di saat bersamaan, sejumlah pertanyaan dan kritik terhadap kebijakan pemerintah akan dilontarkan oleh berbagai pihak meski kebijakan yang dilakukan memiliki tujuan dan pencapaian yang baik. Untuk itu, pemerintah akan terus menjaga kredibilitas kebijakannya demi menjaga stabilitas perekonomian.

"Pemilu merupakan waktu yang tepat untuk mempercepat reformasi lebih jauh dan lebih dalam karena kami sangat meyakini siklus demokrasi ini bukan penghalang bagi kami untuk melakukan hal yang tepat bagi negara khususnya membangun negara untuk mencapai tujuannya dalam menciptakan kemakmuran bagi semua," ujarnya

Alih-alih mengkhawatirkan pemilu, Sri Mulyani lebih mencermati kondisi perekonomian eksternal. Dalam hal ini, potensi kenaikan suku bunga acuan Amerika Serikat (AS), perkembangan ekonomi China, perkembangan harga komoditas, hingga tensi perdagangan antara AS dengan China maupun Eropa.

"Di sisi fiskal, kami akan melakukan kebijakan yang dibutuhkan untuk merespon tekanan dari eksternal," ujarnya.


Di internal, pemerintah juga masih memiliki pekerjaan rumah untuk memperbaiki efisiensi birokrasi sebagai bagian dari upaya perbaikan iklim investasi.

Ke depan, Sri Mulyani menekankan komitmen pemerintah untuk tetap menjaga stabilitas makroekonomi tanpa mengorbankan momentum pertumbuhan ekonomi yang tahun lalu berada di level 5,17 persen, tertinggi dalam tiga tahun terakhir.

"Meski mendekati pemilu, itu tidak menghentikan kamu untuk melakukan apa yang dibutuhkan untuk memperkuat perekonomian di Indonesia," ujarnya.

Pemerintah juga akan terus melakukan reformasi berbagai sektor. Di sektor perpajakan misalnya, pemerintah akan melanjutkan reformasi yang telah digagas sejak 2015 salah satunya dengan perbaikan sistem teknologi dan informasi.

[Gambas:Video CNN]

"Agar Indonesia tidak terus bergantung pada belas kasih volatilitas kondisi perekonomian global dan kawasan kami harus melakukan reformasi yang lebih dalam dan ini apa yang sedang dilakukan pemerintah dan kami akan terus melakukannya," ujarnya. (lav/lav)