Mantapkan Sistem QR Code, BI akan Uji Coba Tahap II

CNN Indonesia | Kamis, 21/03/2019 17:39 WIB
Mantapkan Sistem QR Code, BI akan Uji Coba Tahap II Ilustrasi. (Istockphoto/manfeiyang).
Jakarta, CNN Indonesia -- Bank Indonesia (BI) akan melakukan uji coba tahap II demi menyempurnakan sistem pembayaran QR code berstandar Indonesia (QR Indonesian Standard/QRIS). Ini melanjutkan uji coba pembayaran QR Code tahap I beberapa waktu lalu.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menuturkan uji coba QRIS pada tahap II ini akan melibatkan lebih banyak merchant dibanding uji coba tahap pertama. Jika sebelumnya QRIS diujikan kepada 19 bank dan 68 merchant, nantinya jumlah merchant akan bertambah banyak.

Sayangnya, Perry enggan menyebut waktu uji coba ini akan berlangsung, jumlah merchant yang akan terlibat, serta lokasi uji coba pada tahap ini.


"Kemarin kami lakukan pilot project pertama dan itu berhasil, dengan melibatkan penerbit uang elektronik baik bank dan non-bank dan merchant di sekitar lokasi bank. Nantinya, QRIS akan perluas, dengan tidak hanya memperluas merchant tapi juga melibatkan masyarakat untuk mengujinya," jelas Perry, Kamis (21/3).


Deputi Gubernur BI Sugeng melanjutkan sistem QR code yang diujicobakan adalah sistem QR dengan standar EMV, yang kerap digunakan untuk transaksi. Pasalnya, standar EMV yang selama ini berlangsung dianggap mumpuni dalam hal perlindungan data konsumen.

Namun, digit QR code tersebut dimodifikasi agar sistem transaksi tersebut diproses ke dalam negeri melalui Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) dan tidak usah melalui perusahaan switching asing seperti Visa dan Mastercard.

Percobaan sistem ini, lanjut dia, memang sukses pada tahap I karena cakupannya terbatas. Untuk itu, percobaan tahap II akan ditekankan pada kemampuan QRIS memecahkan berbagai kegagalan transaksi yang kerap terjadi menggunakan sistem QR code.

"Jadi yang kami ujicobakan adalah skenario yang lebih luas, seperti menghadapi sinyal yang lemah d dan mengatasi resolusi gambar yang tidak baik. Selain itu, kalau ada gagal pendebetan, bagaimana menyelesaikan hal tersebut," papar dia.


Ia menuturkan sistem QRIS ini murni dikembangkan oleh BI dan diharapkan bisa disempurnakan sesegera mungkin. Ia juga berharap QR code ini bisa memperlancar transaksi ke depan, utamanya untuik penyaluran bantuan sosial non-tunai, pembayaran moda transportasi, hingga membantu sistem keuangan pemerintah daerah.

"Kami harap pengembangan QR code ini bisa lebih cepat, dan segera mendukung transaksi dalam negeri," pungkas dia.

[Gambas:Video CNN] (glh/lav)