Pabrik Fiber Optik Terbesar Se-Asia Tenggara Dibangun Rp1,9 T

CNN Indonesia | Jumat, 22/03/2019 10:58 WIB
Pabrik Fiber Optik Terbesar Se-Asia Tenggara Dibangun Rp1,9 T Ilustrasi pemeliharaan jaringan fiber optik. (ANTARA FOTO/Basri Marzuki).
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Maju Bersama Gemilang (MBG) menggelontorkan dana mencapai Rp1,9 triliun untuk pembangunan pabrik pembuatan fiber optik di Kawasan Industri Kendal (KIK), Jawa Tengah. Usaha ini diklaim menjadi pabrik fiber optik terbesar di Asia Tenggara.

Pabrik tersebut menempati lahan seluas 6 hektar dan berlokasi dekat dengan pelabuhan Kendal. Proses pembangunan dilakukan secara bertahap dan diperkirakan selesai pada akhir 2019 untuk tahap I. Pembangunan pabrik menggunakan struktur permodalan lokal serta menggandeng pihak asing.

Dalam operasionalnya, pabrik fiber optik milik MBG memiliki kapasitas produksi mencapai 10,5 M fKm/tahun. Sedangkan Fiber Optic Cables Land sebesar 6.0 M fKm/tahun, Fiber Optic Cable Submarine mencapai 10 ribu Km dan Optical Distribution Network mencapai 4.0 M USD/tahun.


"Pabrik kami akan menghasilkan produksi yang besar, untuk memenuhi pasar domestik dan Asia bahkan Eropa. Nantinya secara otomatis akan menghasilkan penghasilan yang besar seiring dengan investasi yang kita turunkan disini", ungkap Presiden Direktur PT Maju Bersama Gemilang (MBG), Frank Wu, usai prosesi Groundbreaking Pabrik MBG di Kawasan Industri Kendal (KIK), Jumat (22/3).


Wu mengungkapkan Pabrik fiber optik miliknya akan menghadirkan teknologi terbaru untuk memenuhi kebutuhan pasar, baik lokal maupun ekspor, seiring masuknya era revolusi industri 4.0.

"Pembangunan pabrik fiber optik di Kendal dilakukan sejalan dengan kebijakan pemerintah untuk terus meningkatkan komponen lokal dalam negeri," tutur Frank Wu.

Bupati Kendal Mirna Annisa mengaku mendukung pembangunan pabrik kabel fiber optik di wilayahnya. Mirna menekankan agar pabrik itu bisa menyerap banyak tenaga kerja yakni hingga 70 persen dari total pekerja di pabrik tersebut. Selain itu, Mirna juga meminta pengusaha lebih memperhatikan tenaga dari lokal.

"Saya minta kalau bisa 70 persen tenaga lokal. Kan pabrik ini membutuhkan sedikitnya 600 pekerja. Apalagi nanti pabrik ini terbesar se-Asia Tenggara jadi semoga saja bisa terealisasi,"kata Mirna.


Keberadaan pabrik di Kendal ini juga diharapkan dapat memberikan penghematan devisa yang cukup banyak bagi negara, serta mendukung pembangunan infrastruktur telekomunikasi, khususnya Submarine Cable.

Seperti diketahui, Indonesia merupakan negara kepulauan yang siap memasuki industri 4.0 dan berkembang dalam perekonomian nasional, serta siap bersaing dalam ekonomi global.

"Pencapaian perusahaan dalam memproduksi Fiber Optic Cable System, diharapkan dapat memberikan kontribusi yang positif dalam program pembangunan infrastruktur oleh pemerintah, sekaligus membuka lapangan kerja baru di daerah Jawa Tengah," ungkap Mirna.

[Gambas:Video CNN] (dmr/lav)