Seperti dilansir AFP, Rabu (27/3), keputusan Cathay Pacific mencaplok HK Express untuk menghadapi persaingan pasar karena meningkatnya jumlah maskapai berbiaya rendah di Hong Kong.
Dengan akuisisi tersebut, Cathay Pacific akan mengendalikan tiga dari empat maskapai penerbangan di Hong Kong.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:PLN 'Berburu' Dana Rp50 Triliun Tahun Ini |
Kesepakatan antara kedua belah pihak diharapkan rampung pada Desember 2019 nanti. Juru bicara perusahaan juga menyebut Cathay Pacific akan terus mengoperasikan HK Express sebagai maskapai berbiaya rendah.
Juru bicara perusahaan menyebut aksi pembelian ini merupakan cara terbaik dan praktis untuk mendukung pengembangan bisnis perusahaan jangka panjang dan meningkatkan daya saing.
Usai pengumuman akuisisi, saham Cathay Pacific naik 2,78 persen menjadi 14,06 dolar Hong Kong di bursa saham setempat.
HK Express adalah satu-satunya maskapai berbiaya rendah yang ada di Hong Kong. Saham perusahaan ini dimiliki oleh HNA Group, konglomerat China, yang sedang berjuang mengurangi tumpukan utang.
Kelompok usaha ini juga memiliki Hong Kong Airlines, kompetitor Cathay Pacific. Belakangan, Hong Kong Airlines tengah mengalami kesulitan keuangan.
Cathay Pacific sendiri mulai merombak bisnisnya setelah menelan kerugian sejak 2016 lalu. Bahkan, perusahaan sempat memecat 600 pekerjanya dan memangkas kantor dan karyawannya di luar negeri.
Namun, perusahaan sukses melakukan perbaikan. Terbukti awal bulan ini, perusahaan mengumumkan perolehan laba bersih yang dikantonginya mencapai 2,35 miliar dolar Hong Kong.
[Gambas:Video CNN] (afp/bir)