BEI Sebut 16 Perusahaan Siap Melempar Sahamnya ke Publik
CNN Indonesia
Sabtu, 30 Mar 2019 09:34 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan 16 perusahaan kini sedang memasuki proses penawaran umum saham perdana (Initial Public Offering/IPO). Beberapa di antaranya menargetkan dapat melantai di Bursa pada April 2019.
Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna Setia mengatakan mereka adalah, PT Yomari Eksis Serentak dan PT Bliss Properti Indonesia. Sementara, sisanya diharapkan bisa melantai di bursa setelah April atau semester II 2019.
Beberapa perusahaan yang berniat melepas sahamnya ke publik tahun ini, seperti PT DMS Propertindo, PT Meta Epsi, PT Surya Fajar Capital, PT Hotel Fitra International, PT Fuji Finance Indonesia, PT Bali Bintang Sejahtera.
"Jadi sampai Maret ini ada 16 pipeline saham yang IPO. Saya sudah dapat data sebenarnya berapa potensi sampai Desember tapi tidak bisa buka detil," ucap Nyoman, Jumat (29/3).
Seluruh perusahaan yang sudah masuk pipeline, sambung dia, bergerak berbagai sektor, yakni aneka industri, barang konsumsi, properti, infrastruktur, keuangan, dan perdagangan.
Tahun ini, BEI menargetkan jumlah emiten baru baru setidaknya bisa sama seperti 2018 lalu yang mencapai 57 emiten. Angka itu merupakan rekor dibandingkan dengan beberapa tahun sebelumnya.
Sementara, jumlah emiten baru hingga Maret 2019 belum sampai 10 perusahaan. Beberapa di antaranya PT Armada Berjaya Trans Tbk (JAYA), PT Citra Putra Realty Tbk (CLAY), PT Nusantara Properti Internasional Tbk (NATO), dan PT Pollux Investasi International Tbk (POLI).
Lebih lanjut Nyoman menjelaskan jumlah pipeline untuk penerbitan obligasi dan sukuk tahun ini sebanyak sembilan emisi. Tak ketinggalan, dua emisi Exchange Traded Fund (ETF) juga akan terbit tahun ini.
"Total semua efek 75, terdiri dari saham, obligasi, dan lain-lain," tetang Nyoman.
[Gambas:Video CNN] (aud/agt)
Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna Setia mengatakan mereka adalah, PT Yomari Eksis Serentak dan PT Bliss Properti Indonesia. Sementara, sisanya diharapkan bisa melantai di bursa setelah April atau semester II 2019.
Beberapa perusahaan yang berniat melepas sahamnya ke publik tahun ini, seperti PT DMS Propertindo, PT Meta Epsi, PT Surya Fajar Capital, PT Hotel Fitra International, PT Fuji Finance Indonesia, PT Bali Bintang Sejahtera.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seluruh perusahaan yang sudah masuk pipeline, sambung dia, bergerak berbagai sektor, yakni aneka industri, barang konsumsi, properti, infrastruktur, keuangan, dan perdagangan.
Sementara, jumlah emiten baru hingga Maret 2019 belum sampai 10 perusahaan. Beberapa di antaranya PT Armada Berjaya Trans Tbk (JAYA), PT Citra Putra Realty Tbk (CLAY), PT Nusantara Properti Internasional Tbk (NATO), dan PT Pollux Investasi International Tbk (POLI).
Lebih lanjut Nyoman menjelaskan jumlah pipeline untuk penerbitan obligasi dan sukuk tahun ini sebanyak sembilan emisi. Tak ketinggalan, dua emisi Exchange Traded Fund (ETF) juga akan terbit tahun ini.
"Total semua efek 75, terdiri dari saham, obligasi, dan lain-lain," tetang Nyoman.
[Gambas:Video CNN] (aud/agt)