Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna Setia mengatakan mereka adalah, PT Yomari Eksis Serentak dan PT Bliss Properti Indonesia. Sementara, sisanya diharapkan bisa melantai di bursa setelah April atau semester II 2019.
Beberapa perusahaan yang berniat melepas sahamnya ke publik tahun ini, seperti PT DMS Propertindo, PT Meta Epsi, PT Surya Fajar Capital, PT Hotel Fitra International, PT Fuji Finance Indonesia, PT Bali Bintang Sejahtera.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seluruh perusahaan yang sudah masuk pipeline, sambung dia, bergerak berbagai sektor, yakni aneka industri, barang konsumsi, properti, infrastruktur, keuangan, dan perdagangan.
Sementara, jumlah emiten baru hingga Maret 2019 belum sampai 10 perusahaan. Beberapa di antaranya PT Armada Berjaya Trans Tbk (JAYA), PT Citra Putra Realty Tbk (CLAY), PT Nusantara Properti Internasional Tbk (NATO), dan PT Pollux Investasi International Tbk (POLI).
Lebih lanjut Nyoman menjelaskan jumlah pipeline untuk penerbitan obligasi dan sukuk tahun ini sebanyak sembilan emisi. Tak ketinggalan, dua emisi Exchange Traded Fund (ETF) juga akan terbit tahun ini.
"Total semua efek 75, terdiri dari saham, obligasi, dan lain-lain," tetang Nyoman.
[Gambas:Video CNN] (aud/agt)