Luhut Respons Prabowo soal Pelabuhan Dikelola Asing

CNN Indonesia | Minggu, 31/03/2019 18:57 WIB
Luhut Respons Prabowo soal Pelabuhan Dikelola Asing Ilustrasi pelabuhan. (Foto: CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut B. Pandjaitan angkat bicara atas pernyataan calon presiden nomor 02 Prabowo Subianto soal pengelolaan pelabuhan dan bandara yang diserahkan kepada negara lain, saat debat Pilpres 2019.

Luhut mengatakan pelabuhan yang sifatnya komersil memang dikelola bersama dengan perusahaan dari negara lain. Namun, kata Luhut pemerintah tetap yang mengontrol pelabuhan tersebut.

"Pelabuhan yang sifatnya komersial kami kerja sama kan, tapi tetap kami yang kontrol. Salahnya di mana?" ujar Luhut usai debat Pilpres 2019, di Hotel Sangri-La, Jakarta, Sabtu (30/3).



Apa yang disampaikan Prabowo bisa jadi mengacu pada pelabuhan nasional yang dikelola PT Jakarta International Container Terminal(JICT). Saham perseroan itu sendiri mayoritas dimiliki Hutchison Port Holding Group (HPH Group) dari Hongkong sebesar 51 persen, sisanya 48,9 persen dimiliki PT Pelindo II dan 0,1% dimiliki Koperasi Pegawai Maritim.


Menurut Luhut, seperti yang disampaikan Presiden Joko Widodo dalam debat,  pelabuhan strategis akan pemerintah kelola sendiri. "Kalau pelabuhan strategis, tadi presiden telah sampaikan, tidak akan pernah kita kerja sama," tuturnya.

Sebelumnya, Prabowo mengkritik pemerintahan Jokowi yang mengizinkan pelabuhan sampai bandara dikelola pihak asing. Prabowo mengaku melontarkan pernyataan itu bukan karena antiasing. Prabowo menilai pelabuhan dan bandara merupakan objek vital nasional.

"Bukan kita antiasing, ini menyangkut national security. Kami khawatir. Pelabuhan dan bandara adalah suatu saluran napas. Dalam militer, objek vital itu sasaran apakah itu bandara, jalan," kata Prabowo dalam debat.

Pernyataan Prabowo itu langsung direspons Jokowi. Menurutnya, karena anggaran negara yang terbatas, maka pemerintahannya perlu mengundang investasi asing untuk membangun infrastruktur yang masih tertinggal.


Menurut Jokowi, tak ada salahnya Indonesia bekerja samaa dengan perusahaan-perusahaan yang memiliki manajemen lebih baik. Jokowi juga menegaskan yang dikelola bersama bukan pelabuhan atau bandara strategis.

"Yang kita berikan bukan bandara-bandara (pelabuhan) strategis yang dipakai angkatan udara, angkatan laut, angkatan darat. Saya kira beda sekali pandangan kita," kata Jokowi.

[Gambas:Video CNN] (fra/asa)