Jonan Ungkap Impor LPG RI Capai Rp 40 Triliun Per Tahun

CNN Indonesia | Senin, 01/04/2019 08:21 WIB
Jonan Ungkap Impor LPG RI Capai Rp 40 Triliun Per Tahun Menteri ESDM RI Ignasius Jonan mengungkapkan impor liquified petroleum gas (LPG) yang dilakukan Indonesia mencapai Rp40 triliun per tahun. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Palembang, CNN Indonesia -- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengungkapkan impor liquified petroleum gas (LPG) yang dilakukan Indonesia mencapai Rp40 triliun per tahun. Nilai impor yang besar itu disebabkan oleh tingginya permintaan perusahaan dan industri yang menggunakan gas.

Hal tersebut diungkapkan Jonan saat peresmian jaringan gas Kota Palembang dan pipa transisi ruas Grissik-Pusri, Minggu (31/3).

Menurut dia, pemerintah tidak bisa serta merta mengurangi, apalagi menghapuskan impor LPG, meskipun Indonesia salah satu pemilik cadangan gas alam terbesar di dunia.


"Tapi masih bisa kita hemat impor dengan pasangan jaringan pipa gas rumah tangga. Tahun ini pemerintah bangun 435 ribu sambungan pipa gas rumah, untuk Palembang dapat jatah 6.000 sambungan rumah (SR)," ujar dia.


Sementara itu, Kota Prabumulih, Sumatera Selatan (Sumsel), menjadi daerah dengan jaringan gas rumah tangga yang mencapai 6.018 SR atau 86 persen dari jumlah rumah tangga yang ada di daerah tersebut. Jonan berujar setiap tahun pemerintah mengeluarkan dana dari APBN untuk menambah jaringan gas rumah tangga di berbagai daerah sebagai upaya untuk menekan jumlah impor.

Sampai akhir tahun 2018, pemerintah telah membangun jaringan gas sebanyak 75.952 SR di Sumsel. Selain di Prabumulih, pembangunan tersebut tersebar di Kabupaten Musi Rawas, Kota Palembang, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Musi Banyuasin, Muara Enim dan Penukal Abab Lematang Ilir (PALI).

Namun sebagai ibukota provinsi, Jonan menyebutkan jumlah jargas di Palembang masih terlalu sedikit.

Menurutnya, jatah 6.000 sambungan dengan tiga kali jabatan Wali Kota pun tidak mampu memenuhi total pelanggan rumah tangga di Palembang sebesar 274 ribu. Jonan berharap ada alokasi dana tambahan.


"Sumsel banyak sumber gas besar, seperti Connoco Philips, Pertamina, dan yang paling baru namun belum eksploitasi itu Sakakemang. Dengan ini, kita dapat anggaran tambahan sehingga bisa mengalokasikan 100 ribu jargas untuk di Sumsel. Saya harap dengan terpenuhinya sambungan gas ini dapat menghemat penggunaan LPG. Kalau bisa bisa menghemat separuh lebih baik," ungkap dia. (idz/lav)