Gedung Putih Sebut Damai Perang Dagang Kian Dekat

CNN Indonesia | Kamis, 04/04/2019 14:35 WIB
Gedung Putih Sebut Damai Perang Dagang Kian Dekat Ilustrasi perdagangan. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Penasihat Ekonomi Gedung Putih Larry Kudlow mengatakan perundingan damai perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China telah mencapai "kemajuan yang baik". Dalam perundingan yang dilakukan di Beijing pada pekan lalu, kedua negara bersepakat untuk segera menyelesaikan semua perbedaan prinsip dagang di antara mereka berdua.

Kudlow saat berbicara kepada wartawan pada hari Rabu mengatakan China telah mengenali masalah yang selama ini menghambat kerja sama dagang dengan negaranya. Pemahaman tersebut merupakan yang pertama kalinya selama pembicaraan dagang yang dilakukan negaranya dengan China beberapa waktu belakangan ini.

"Semua membuat kemajuan yang baik, semua membuat kemajuan yang bagus. Kami berharap minggu untuk penyelesaian perundingan ini semakin dekat." Kudlow seperti dikutip dari Reuters, Kamis (4/4).


Kudlow mengatakan untuk menindaklanjuti negosiasi tersebut, China dan Amerika Serikat akan melanjutkan perundingan di Washington. Kelanjutan pertemuan tersebut dipelopori oleh Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer dan Menteri Keuangan Steven Mnuchin.


Presiden Donald Trump juga dijadwalkan akan bertemu dengan Wakil Perdana Menteri Liu He. He merupakan pemimpin perundingan dagang dari pihak China

Selain itu, Trump juga dijadwalkan akan bertemu dengan Presiden China Xi Jinping. Jadwal pertemuan lengkap akan diumumkan Kamis (4/4). 

Amerika Serikat dan China pada 2018 lalu terlibat dalam 'perang' dagang. Mereka saling berbalas tarif atas impor barang baik dari China ke AS maupun sebaliknya.

Trump berharap perundingan dagang bisa memberikan hasil menguntungkan bagi negaranya. Harapan tersebut sedikit terbuka. China telah berkomitmen untuk meningkatkan pembelian produk pertanian, energi, dan manufaktur Amerika.

[Gambas:Video CNN]

Komitmen tersebut diharapkan bisa menjadi bagian dari kesepakatan akhir. Seseorang yang akrab dengan perundingan dagang tersebut mengatakan China akan diberikan waktu sekitar enam tahun atau sampai 2025 untuk memenuhi komitmen itu.

Pejabat administrasi Trump sebelumnya mengatakan bahwa jangka waktu enam tahun untuk pembelian melebihi US$ 1 triliun telah selesai dibahas.

Tapi, pembahasan terakhir untuk jumlah pembelian belum diselesaikan, kata orang itu. Kudlow mengatakan Liu dan timnya akan tetap di Washington selama tiga hari dan mungkin lebih lama.

"Kami membahas masalah yang belum pernah benar-benar dibahas sebelumnya, termasuk penegakan hukum," kata Kudlow.

(Reuters/agt)