Angka tersebut jauh di bawah perkiraan sejumlah ekonom. Pasalnya sebelum data penjualan ritel dirilis, para ekonom justru memperkirakan data penjualan ritel AS sepanjang Februari kemarin akan naik 0,3 persen.
Departemen Perdagangan AS menyatakan penurunan penjualan ritel di AS sepanjang Februari kemarin banyak dipengaruhi oleh pola konsumsi rumah tangga di negara tersebut. Konsumsi masyarakat AS sepanjang Februari kemarin turun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu dikutip dari Reuters, disebutkan bahwa penurunan penjualan ritel di AS tersebut memberikan sinyal buruk.
Selain itu, pelambatan juga disebabkan oleh kenaikan suku bunga, masalah ekonomi global, perang dagang antara AS dengan China dan ketidakpastian atas keluarnya Inggris dari Uni Eropa.
Lihat juga:BI Yakinkan Konsumsi Rumah Tangga Masih Kuat |