Menhub Pastikan Tidak Akan Subsidi Tiket Pesawat

CNN Indonesia | Senin, 08/04/2019 17:05 WIB
Menhub Pastikan Tidak Akan Subsidi Tiket Pesawat Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memastikan tidak akan mensubsidi tiket pesawat niaga berjadwal untuk menekan harga yang disebut-sebut masih tinggi. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memastikan tidak akan mensubsidi tiket pesawat niaga berjadwal untuk menekan harga yang disebut-sebut masih tinggi.

"Enggak ada (subsidi tiket pesawat)," tegasnya di sela-sela rapat koordinasi Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, seperti dilansir Antara, Senin (8/4).

Namun demikian, ia mengaku telah mengimbau maskapai penerbangan untuk memberi harga yang bervariasi, serta tarif yang terjangkau kepada masyarakat.

Sebelumnya, Kemenhub menerbitkan aturan main Menteri Perhubungan Nomor 20 Tahun 2019 tentang Tata Cara dan Formulasi Perhitungan Tarif Batas Atas Penumpang Pelayanan Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri dan Keputusan Menteri Nomor 72 Tahun 2019 tentang Tarif Batas Atas Penumpang Pelayanan Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri.


Dalam PM 20/2019 tersebut, tarif batas bawah yang semula 30 persen dari tarif batas atas menjadi 35 persen dari tarif batas atas.

Peraturan tersebut menghindari perang tarif antar maskapai yang selama lima tahun ini berlomba-lomba untuk memasang tarif serendah-rendahnya.

Namun, dengan batas bawah tersebut, maskapai tidak bisa menetapkan harga terendah seperti sebelumnya, karena harga terendahnya dinaikkan sebesar lima persen, terutama untuk maskapai berbiaya murah (LCC).

Karenanya, Budi Karya meminta maskapai untuk memberikan diskon kepada masyarakat agar tidak terlalu membebani.


Secara terpisah, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan meminta masyarakat sabar menanti tarif penerbangan turun. Pasalnya, dampak kebijakan pemerintah memerlukan waktu.

"Nanti akan kejadian (turun), sabar. Kan masih ada Pemilihan Presiden. Biarkan saja harga tinggi-tinggi dulu, nanti bertahap turun," imbuh dia dalam diskusi Coffee Morning di kantornya.

Ia juga mengingatkan dalam membuat kebijakan, pemerintah memperhatikan keseimbangan pasokan dan penawaran. Dalam hal ini, kepentingan maskapai dan penumpang.

Selain itu, pemerintah juga memperhatikan sektor-sektor lain yang kena imbas dari mahalnya harga tiket penerbangan di antaranya sektor pariwisata dan perhotelan yang okupansinya menurun.

[Gambas:Video CNN]


(Antara/bir)