Vice President Corporate Secretary Garuda Indonesia M Ikhsan Rosan mengakui produk yang dihasilkan Boeing memiliki kualitas yang cukup baik. Untuk itu, perusahaan hanya mengganti pemesanan Boeing seri 737 Max 8 dengan seri lain.
"Secara brand, Boeing bagus, namun fokus kami hanya pada produk max 8 saja," terang Ikhsan kepada CNNIndonesia.com, Selasa (9/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Poinnya kami ingin tidak ada penalti dan sedang menunggu tawaran Boeing untuk skema selanjutnya apa dari Boeing," tuturnya.
Ia meminta Boeing segera memberikan hak kepada maskapai dan keluarga korban kecelakaan pesawat Lion Air JT610 yang jatuh Oktober tahun lalu.
"Saya bersyukur, Boeing menyadari kesalahan mereka. Nah dengan itu, menunjukkan bahwa apa yang terjadi di Indonesia ini, bukan kesalahan maskapai tapi kesalahan dari pesawat Boeing," kata Budi.
CNNIndonesia.com juga sudah meminta tanggapan dari Corporate Communication Strategic Lion AirGroup Danang Mandala Prihantoro terkait permintaan maaf Boeing dan kelanjutan negosiasi pembatalan pemesanan pesawat Boeing 737 Max 8. Namun, ia tak merespons hingga berita ini diturunkan.
Managing Director Lion Air Group Daniel Putut Kuncoro sebelumnya mengatakan pihaknya sedang bernegosiasi dengan Boeing terkait pembelian 737 Max 8 yang semula dipesan sebanyak 200 unit. Sejauh ini, pesawat yang sudah dikirimkan sebanyak 11 unit dan akan kembali dikirim enam unit pada tahun depan. Namun, Lion Air meminta penundaan pengiriman kepada Boeing.
"Pasti (renegosiasi). Belum sampai kami setuju dan mereka setuju. Kami baru schedule seperti ini. Jadi kami suspend dulu max delivery (pengiriman)," ucap dia belum lama ini.
[Gambas:Video CNN] (aud/lav)