Pemerintah Kaji Pembentukan Holding BUMN Penerbangan
CNN Indonesia
Sabtu, 06 Apr 2019 12:07 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno berencana mengkaji pembentukan holding BUMN di sektor penerbangan. Rini menyatakan holding tersebut akan membawahi perusahaan pelat merah di sektor penerbangan.
Perusahaan tersebut meliputi, PT Angkasa Pura I (Persero), PT Angkasa Pura II (Persero), dan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk.
"Kami analisa sekarang perusahaan holding membawahi AP I dan II dan juga operasi transportasi yang lain seperti Garuda Indonesia," katanya di Tangerang, Jumat (5/4).
Rini menyatakan rencana ini akan menyusul pembentukan holding BUMN tambang dan minyak dan gas (migas). Pemerintah saat ini juga tengah memproses pembentukan holding BUMN infrastruktur dan konstruksi serta perumahan dan kawasan.
"Sekarang sudah ada holding tambang Inalum. Nanti ada holding-nya. Itu sedang kami kaji," katanya.
Dalam holding BUMN tambang, PT Indonesia Asahan Alumunium (Inalum) dijadikan sebagai induk. Sementara anggota holding meliputi, PT Antam Tbk, PT Bukit Asam Tbk, dan PT Timah Tbk.
Sedangkan pada holding BUMN migas, PT Pertamina (Persero) ditunjuk sebagai induk. Anggota holding BUMN migas terdiri dari PT Pertamina Gas (Pertagas) dan PT Perusahaan Gas Negara (PGN).
[Gambas:Video CNN] (ulf/agt)
Perusahaan tersebut meliputi, PT Angkasa Pura I (Persero), PT Angkasa Pura II (Persero), dan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk.
"Kami analisa sekarang perusahaan holding membawahi AP I dan II dan juga operasi transportasi yang lain seperti Garuda Indonesia," katanya di Tangerang, Jumat (5/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sekarang sudah ada holding tambang Inalum. Nanti ada holding-nya. Itu sedang kami kaji," katanya.
Sedangkan pada holding BUMN migas, PT Pertamina (Persero) ditunjuk sebagai induk. Anggota holding BUMN migas terdiri dari PT Pertamina Gas (Pertagas) dan PT Perusahaan Gas Negara (PGN).
[Gambas:Video CNN] (ulf/agt)