Direktur Utama Peruri Dwina Septiani Wijaya mengungkapkan pertumbuhan permintaan percetakan uang Peruri tahun lalu masih positif di kisaran 4 persen di tengah maraknya transaksi nontunai. Pertumbuhan tersebut tak lepas dari jumlah penduduk Indonesia yang banyak serta terjadinya inflasi.
Kendati demikian, perusahaan tetap berupaya melihat peluang usaha yang besar dari bisnis digital security seiring perkembangan teknologi. Terlebih, kebutuhan masyarakat terhadap dokumen digital juga meningkat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, perusahaan juga mengembangkan sistem yang bisa melacak dan menjamin keaslian dokumen digital. Bahkan, Peruri sedang mengkaji kemungkinan dikeluarkan produk materai elektronik.
Tahun ini, Dwina memperkirakan bisnis percetakan uang dan dokumen dengan pengaman lain masih sebagai andalan. Adapun kontribusi bisnis digital diperkirakan Dwina baru akan berkisar 5 persen dari total pendapatan.
Kendati demikian, dalam rencana jangka panjang perusahaan, Peruri menargetkan bisa meningkatkan kontribusi lini bisnis keamanan digital ke kisaran 30 persen dari total pendapatan pada 2023.
Ke depan, Dwina meyakini reputasi Peruri sebagai pencetak alat pembayaran bakal membantu Peruri dalam mengembangkan bisnis pengamanan digital, tidak hanya di Indonesia tetapi hingga ke internasional.
[Gambas:Video CNN] (sfr/lav)