Peruri Incar Bisnis Pengamanan Dokumen Digital

CNN Indonesia | Rabu, 10/04/2019 13:22 WIB
Peruri Incar Bisnis Pengamanan Dokumen Digital Ilustrasi Perum Peruri. (CNN Indonesia/Elisa Valenta Sari).
Jakarta, CNN Indonesia -- Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (Perum Peruri) tengah mendorong bisnis pengamanan dokumen digital (digital security). Hal itu dilakukan sebagai upaya antisipasi atas berkurangnya permintaan percetakan uang tunai di masa mendatang.

Direktur Utama Peruri Dwina Septiani Wijaya mengungkapkan pertumbuhan permintaan percetakan uang Peruri tahun lalu masih positif di kisaran 4 persen di tengah maraknya transaksi nontunai. Pertumbuhan tersebut tak lepas dari jumlah penduduk Indonesia yang banyak serta terjadinya inflasi.

Kendati demikian, perusahaan tetap berupaya melihat peluang usaha yang besar dari bisnis digital security seiring perkembangan teknologi. Terlebih, kebutuhan masyarakat terhadap dokumen digital juga meningkat.


"Sekarang kan dokumen banyak yang digital tetapi kalau kita tanda tangan masih dalam fisik ya sama saja. Jadi kami mengembangkan produk tanda tangan (digital) peruri," ujar Dwina di Karawang, Selasa (9/4).


Selain itu, perusahaan juga mengembangkan sistem yang bisa melacak dan menjamin keaslian dokumen digital. Bahkan, Peruri sedang mengkaji kemungkinan dikeluarkan produk materai elektronik.

Bisnis utama perusahaan, lanjut Dwina, adalah penjamin otentifikasi dengan sistem keamanan yang tinggi. Percetakan maupun keamanan digital hanya merupakan medium perusahaan untuk menjamin otentifikasi produk. Hal ini menjadi jawaban bagi pihak-pihak yang mengkhawatirkan kinerja Peruri apabila permintaan pencetakan uang berkurang.

Tahun ini, Dwina memperkirakan bisnis percetakan uang dan dokumen dengan pengaman lain masih sebagai andalan. Adapun kontribusi bisnis digital diperkirakan Dwina baru akan berkisar 5 persen dari total pendapatan.


Kendati demikian, dalam rencana jangka panjang perusahaan, Peruri menargetkan bisa meningkatkan kontribusi lini bisnis keamanan digital ke kisaran 30 persen dari total pendapatan pada 2023.

Ke depan, Dwina meyakini reputasi Peruri sebagai pencetak alat pembayaran bakal membantu Peruri dalam mengembangkan bisnis pengamanan digital, tidak hanya di Indonesia tetapi hingga ke internasional.

[Gambas:Video CNN] (sfr/lav)