Penyedia Coworking Space Mulai Lirik Kawasan Bisnis Elit

CNN Indonesia | Jumat, 15/02/2019 18:25 WIB
Penyedia Coworking Space Mulai Lirik Kawasan Bisnis Elit Ilustrasi. (CNNIndonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Penyedia layanan sewa ruang kerja bersama alias coworking space dan perusahaan berbasis teknologi yang sebelumnya banyak beroperasi di kawasan B atau C, mulai melirik kantor  kawasan A. Kawasan A merupakan lokasi kantor yang berada di pusat bisnis dengan fasilitas yang mumpuni.

Sementara kelas B dan C, fasilitas dan lokasinya berada di bawah kelas A. Menurut lembaga konsultan properti Jones Lang LaSalle (JLL) menyatakan kecenderungan tersebut tercermin dari penjajakan yang mereka lakukan terhadap kantor di kawasan bisnis terpadu (Center Business District/CBD) belakangan ini.

James Taylor Head of Research JLL mengatakan berdasarkan data yang dimiliki lembaganya, sepanjang 2018 kemarin mereka menjajaki kantor dengan total luasan 189 ribu meter persegi untuk semua tipe gedung. 



Luasan lahan tersebut mencapai 33 persen dari total serapan wilayah perkantoran sepanjang 2018. "Coworking memang sedang berkembang dengan pesat," ujar James, Rabu (13/2).

JLL menyebut penyedia layanan sewa coworking space beberapa tahun belakangan ini cukup agresif. Agresivitas tersebut tercermin dari luasan lahan yang mereka gunakan pada sepanjang 2018 lalu.

Data mereka, pada 2018 terdapat 120 ribu meter persegi ruang perkantoran untuk coworking space di 2018. Luasan lahan tersebut naik 60 persen dibanding tahun sebelumnya.

James mengatakan operator coworking juga berkembang pesat. Operator yang berasal dari lokal maupun internasional juga meningkat menjadi 41 atau naik 8 persen dibanding tahun sebelumnya. Jumlah kantor pusatnya (centres) juga menanjak menjadi 96 pusat atau naik 26 persen dari tahun 2017.


(rim/agt)