BRI Proyeksi Kredit Tumbuh 14 Persen di Kuartal I 2019

CNN Indonesia | Rabu, 10/04/2019 14:24 WIB
BRI Proyeksi Kredit Tumbuh 14 Persen di Kuartal I 2019 Ilustrasi kredit BRI. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) memproyeksi pertumbuhan kredit pada kuartal I 2019 mencapai sekitar 12-14 persen.

Direktur Keuangan BRI Haru Koesmahargyo mengatakan total realisasi kinerja awal tahun ini sesuai dengan harapan manajemen. Tak hanya kredit, menurut Haru, realisasi pendapatan nonbunga (fee based income) dan rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) juga sesuai dengan harapan.

"Kuartal satu on track pertumbuhannya, on track kualitas kreditnya, on track juga laba bersihnya," ungkap Haru, Rabu (10/4).



Mengacu pada laporan keuangan BRI kuartal I tahun lalu, perusahaan menyalurkan kredit sebesar Rp757,68 triliun. Dengan proyeksi pertumbuhan sebesar 14 persen, penyaluran kredit BRI diproyeksi mencapai Rp863,75 triliun.

Seiring dengan kredit yang tumbuh, rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) pada kuartal I 2019 tercatat menurun di kisaran 2,2 persen. Rasio tersebut membaik dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 2,46 persen.

"NPL dijaga sampai akhir tahun sekitar 2,2 persen. Kuartal I sekitar angka itu," imbuh dia.


Tahun ini, BRI menargetkan dapat membukukan pertumbuhan laba bersih sebesar 10-12 persen dari realisasi tahun lalu Rp32,4 triliun. Jika target itu terealisasi, BRI akan meraup laba bersih sekitar Rp35,64 triliun-Rp36,28 triliun.

Sementara penyaluran kredit perseroan sepanjang tahun lalu mencapai Rp843,6 triliun, naik 14,1 persen dibanding 2017. Mayoritas kredit disalurkan pada sektor UMKM yang mencapai Rp645,7 triliun.

Adapun rasio NPL tahun lalu tercatat sebesar 2,2 persen atau stagnan dibanding 2017. (aud/agi)