Persiapan Ramadhan dan Idul Fitri Dongkrak Sektor Manufaktur

CNN Indonesia | Kamis, 11/04/2019 16:04 WIB
Persiapan Ramadhan dan Idul Fitri Dongkrak Sektor Manufaktur Ilustrasi sektor manufaktur. (CNN Indonesia/M Andika Putra)
Jakarta, CNN Indonesia -- Bank Indonesia (BI) mengindikasikan sektor manufaktur pada kuartal I 2019 berada pada level ekspansi. Hal ini seiring dengan meningkatnya permintaan domestik sejalan persiapan Ramadhan dan Idul Fitri.

Berdasarkan survei Promp Manufacturing Index (PMI) yang dirilis BI pada Kamis (11/4) terindikasi nilai PMI pada kuartal I 2019 sebesar 52,65 persen, meningkat dari 52,58 persen pada kuartal IV 2018. Berdasarkan komponen pembentuknya, peningkatan terutama didorong oleh indeks volume pesanan, volume produksi, dan persediaan barang jadi.

"Indikator volume pesanan pada kuartal I 2019 tercatat mengalami ekspansi dengan indeks sebesar 54,054 persen, terutama didorong peningkatan permintaan domestik sejalan persiapan Ramadhan dan Idul Fitri," jelas survei tersebut.



Pada kuartal II 2019, indeks volume pesanan diperkirakan tetap berada pada level ekspansi dengan indeks yang relatif stabil.

Sejalan dengan peningkatan volume pesanan, indikator volume produksi pada pada kuartal I 2019 juga berada pada fase ekspansi dengan indeks sebesar 53,49 persen. Indeks volume produksi juga diprakirakan semakin ekspansif pada level 55,63p persen pada kuartal II 2019 sejalan dengan optimisme peningkatan permintaan.

Tingginya permintaan dan volume produksi juga mendorong peningkatan persediaan barang jadi. Indikator persediaan barang jadi periode kuartal I 2019 berada pada fase ekspansi dengan indeks sebesar 53,29 persen.


"Pada kuartal II 2019, indeks volume persediaan barang jadi diprakirakan semakin ekspansif pada level 55,11 persen sejalan dengan optimisme peningkatan pesanan dan kegiatan produksi," kata dia.

Peningkatan aktivitas produksi sektor industri pengolahan, menurut survei tersebut, juga mengindikasi peningkatan tenaga kerja. Indeks jumlah tenaga kerja pada kuartal I 2019 tercatat berada pada level ekspansi sebesar 51,22 persen, naik dibandingkan kuartal IV 2018 yang berada di level kontraksi dengan indeks sebesar 48,92 persen.

"Pada kuartal II-2019, untuk mendukung ekspansi kegiatan usaha, indikator jumlah tenaga kerja sektor industri pengolahan diprakirakan terus mengalami ekspansi dengan indeks sebesar 51,33 persen," pungkas dia. (agi/agi)