Wakil Ketua Umum Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Jusuf Rizal mengatakan hunian yang terjangkau secara lokasi dan biaya ini bisa menekan biaya hidup buruh. Dengan demikian, mereka nantinya bisa mengalokasikan pendapatannya untuk konsumsi lain.
"Jadi ini bisa menekan cost dan waktu transportasi mereka. Karena kadang buruh ini misalnya, tinggal di Bogor tapi kerja di Bekasi, jadi kami harap pemerintah bisa menyediakan hunian tersebut," jelas Jusuf kepada CNNIndonesia.com, Kamis (11/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk kawasan industri yang berada di daerah perkotaan, rumah susun sederhana sewa (rusunawa) disebutnya sebagai bangunan yang paling efektif. Namun, untuk kawasan industri yang berada di daerah, buruh berharap pemerintah menyediakan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang terjangkau mengingat lahan di tingkat regional masih tersedia banyak.
Ia mengaku penyediaan hunian yang terjangkau bagi buruh sebenarnya juga sudah tersedia melalui Fasilitas Pembiayaan Perumahan Pekerja (FLPPP) kerja sama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan. Namun menurutnya, buruh masih belum banyak menikmati fasilitas tersebut karena jumlah rumahnya pun terbatas.
Lihat juga:KEIN: Program Rumah Rakyat Harus Dilanjutkan |
Untuk itu, ia meminta hunian rumah murah bagi buruh di dekat kawasan industri dapat menjadi fokus calon presiden terpilih. Apalagi menurut dia, fasilitas serupa juga didapatkan buruh di Vietnam dan Thailand.
Jusuf bilang, pengelola kawasan industri di sana menyediakan hunian murah agar UMP bisa kompetitif dengan negara lain. Menurut dia, UMP yang berdaya saing tentu menguntungkan dunia usaha agar ongkos produksi juga bisa efisien.
"Di sana mereka tinggal di dekat pabrik tapi hanya untuk kerja saja, lebih dekat dan murah. Tapi bagi mereka yang masih bujangan, bisa bersosialisasi dan hidup di situ," tutur dia. (glh/agi)