Realisasi Turun, Vale Pangkas Target Produksi 7 Persen 2019

CNN Indonesia | Rabu, 17/04/2019 02:35 WIB
Realisasi Turun, Vale Pangkas Target Produksi 7 Persen 2019 Ilustrasi produksi nikel. (REUTERS/Yusuf Ahmad).
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Vale Indonesia Tbk (Vale) memangkas target produksi nikel 2019 sebesar 4 - 7 persen yaitu dari 75 ribu metrik ton menjadi ke kisaran 70 ribu hingga 72 ribu metrik ton. Pemangkasan target dilakukan setelah melihat realisasi produksi kuartal I 2019.

Pada kuartal I 2019, perusahaan hanya memproduksi nikel sebanyak 13.080 metrik ton atau merosot sekitar 36,44 persen dibanding produksi kuartal IV 2018 yang mencapai 20.579 metrik ton.

Jika dibandingkan produksi periode yang sama tahun lalu, 17.141 metrik ton, realisasi produksi selama periode Januari - Maret 2019 juga turun 23,69 persen.


"Produksi lebih rendah disebabkan oleh adanya kombinasi aktivitas pemeliharaan yang telah direncanakan terkait dengan Larona Canal Relining, shutdown pabrik, dan masalah-masalah di tanur listrik yang tidak terencana," ujar CEO Vale Nico Kanter dalam keterangan resmi, dikutip Selasa (16/4)


Melihat revisi target tersebut, produksi perusahaan tahun ini diperkirakan bakal turun setidaknya 4 persen dibandingkan realisasi produksi tahun lalu yang mencapai 74.806 metrik ton.

Sebagai catatan, tahun lalu, perusahaan mencetak laba bersih komprehensif sebesar US$64,36 juta atau membaik dari kinerja tahun sebelumnya US$15,22 juta.

Dalam pemberitaan sebelumnya, selain melakukan kegiatan produksi, perusahaan tahun ini menargetkan bisa merampungkan negosiasi komersial dengan calon mitra untuk mengembangkan proyek pembangunan fasilitas pengolahan dan pemurnian (smelter) nikel di Bahodopi, Sulawesi Tengah dan Pomalaa, Sulaweesi Tenggara.


Untuk mendukung upaya tersebut, belanja modal perusahaan tahun ini bengkak hampir dua kali lipat dari US$83 juta menjadi US$165 juta.

[Gambas:Video CNN] (sfr/lav)