Jokowi-Ma'ruf Unggul Hitung Cepat, Asing Parkir Duit Rp1,13 T

CNN Indonesia | Kamis, 18/04/2019 13:51 WIB
Jokowi-Ma'ruf Unggul Hitung Cepat, Asing Parkir Duit Rp1,13 T Investor asing tercatat melakukan transaksi beli saham Rp1,13 triliun pada penutupan perdagangan sesi I hari ini, Kamis (18/4). (CNN Indonesia/Hesti Rika).
Jakarta, CNN Indonesia -- Mayoritas investor asing kembali 'memarkirkan' duit mereka di bursa saham dalam negeri. Tak tanggung-tanggung, transaksi saham mencapai Rp1,13 triliun pada penutupan perdagangan sesi I, sehari setelah pemilu dan pilpres 2019, Kamis (18/4).

Pencapaian tersebut berbanding terbalik dengan kondisi tiga hari jelang pilpres, di mana investor asing tercatat jual bersih (net sell) lebih dari Rp1 triliun pada Jumat (12/4), dan sekitar Rp200 miliar-Rp300 miliar pada Senin dan Selasa, 15-16 April 2019 lalu.

Transaksi asing ini yang kemudian menjadi motor penggerak IHSG kembali ke area 6.500 setelah beberapa waktu terakhir betah di berada di level 6.300-6.400. Bahkan, tadi pagi sempat tembus ke level 6.629.

Analis Samuel Sekuritas Muhammad Al Fatih mengungkapkan kemenangan sementara yang diperoleh oleh pasangan calon presiden dan wakil presiden Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin dalam pilpres berhasil menarik asing kembali berinvestasi di pasar saham Indonesia.


"Kalau pemerintahnya sama kan kebijakannya juga kemungkinan besar perubahannya kecil, program lama dilanjutkan, jadi positif," ujarnya kepada CNNIndonesia.com, Kamis (18/4).

Dengan demikian, ketidakpastian di pasar juga akan berkurang. Makanya, pasar berani untuk kembali belanja saham di Bursa Efek Indonesia (BEI).

"Pasar kan tidak suka ketidakpastian," imbuh Al Fatih.

Di tengah euforia pasar yang tinggi, ia menyarankan pasar jangan terlena dengan masuk ke saham yang valuasinya sudah mahal. Sebab, keuntungan yang diterima pelaku pasar nantinya tak seberapa.


"Jangan sampai terjebak beli saham-saham mahal, coba lihat lagi kondisi fundamentalnya," jelasnya.

Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com, penguatan IHSG disokong sejumlah saham berkapitalisasi besar (big capitalization/big cap), seperti PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan kenaikan sebesar 3,37 persen ke level Rp28.400 per saham.

Kemudian, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) 2,76 persen ke level Rp4.460 per saham, dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) 2,62 persen ke level Rp7.825 per saham.


(aud/bir)