Operasi Pasar, Importir Gelontorkan 8 Ton Bawang Putih

CNN Indonesia | Kamis, 18/04/2019 18:13 WIB
Operasi Pasar, Importir Gelontorkan 8 Ton Bawang Putih Operasi pasar. (CNN Indonesia/Ulfa Arieza).
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Perdagangan (Kemendag) menggelar operasi pasar (OP) bawang putih di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur pada Kamis (18/4). Pada tahap pertama, importir mendatangkan sebanyak 8 ton bawang putih kepada pedagang.

Operasi pasar bertujuan untuk menstabilkan harga bawang putih yang melonjak tinggi dalam beberapa pekan terakhir.

Direktur Jenderal Perdagangan dalam Negeri Kemendag Tjahya Widayanti menuturkan bawang putih dijual di harga Rp25 ribu per kilogram (Kg) kepada penjual eceran.


"Lalu di end user (konsumen) Rp30-32 ribu per Kg. Biasanya di ritel modern itu Rp35 ribu per Kg, tapi itu sudah bersih kalau ini masih kotor," katanya di Pasar Kramat Jati, Kamis (18/4).

Ia mengatakan oprasi pasar ini merupakan tindak lanjut dari permintaan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita kepada importir bawang putih untuk menggelontorkan bawang putih ke pasar lantaran harganya melonjak. Pada operasi pasar pertama ini, PT Mahkota Abadi Prima Jaya, selaku importir mendatangkan sebanyak 8 ton bawang putih ke pedagang.


Tjahya mengungkapkan ada lima importir yang berkomitmen untuk melepas ketersediaan bawang putihnya ke pasar, termasuk PT Mahkota Abadi Prima Jaya. Namun demikian, ia belum memiliki angka pasti pasokan bawang putih yang tersimpan di gudang importir tersebut. Pasokan itu, lanjutnya, akan digulirkan secara bertahap ke pasar.

"Mereka masih melihat dan menghitung, pasti teman-teman importir melihat apakah bawang putihnya masih layak atau tidak, jadi perlu dilihat dulu," katanya.

Pada tahap pertama operasi pasar ini dilakukan di Pasar Induk Kramat Jati. Selanjutnya, operasi pasar ini akan diselenggarakan di 11 pasar lainnya di DKI Jakarta, meliputi Pasar Senen, Pasar Minggu, Pasar Jatinegara, Pasar Baru, Pasar Tomang Barat, Pasar Glodok, Pasar Bahari, Pasar Tanah Abang, Pasar Klender, Pasar Kebayoran Lama, dan Pasar Palmerah.

Selain di DKI Jakarta, operasi pasar juga akan dilakukan pada 10 kota lainnya, meliputi Riau, Jambi, Palembang, Lampung, Semarang, Surabaya, Samarinda, Manado, Gorontalo, dan Jayapura.


Ia mengatakan operasi pasar akan terus dilakukan hingga harga bawang putih kembali stabil. Namun demikian, ia enggan menuturkan target harga yang dipatok pemerintah dalam operasi pasar.

"Ketika pasar itu dibanjiri barang, yang harga tinggi itu pasti harganya akan turun," tuturnya.

Pedagang bawang putih di Pasar Induk Kramat Jati, Suarni (55) mengeluhkan tingginya harga bawang putih dari pedagang besar. Harga bawang putih dari pedagang besar mencapai Rp37 ribu per kilogram (Kg). Padahal, harga normalnya Rp25 per Kg.

"Dari sebelum pemilihan umum (Pemilu), sudah lama sekitar dua minggu lebih hampir sebulan," ujarnya kepada CNNIndonesia.com.

Ia berujar pedagang besar selalu berdalih jika pasokan menipis. Akibatnya, harga melonjak. "Katanya barang kosong," pungkasnya.

Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS), kini rata-rata harga bawang putih ukuran sedang sudah mencapai Rp44.350 ribu per Kg. Bahkan di DKI Jakarta, harga bawang putih sudah menembus Rp60.000 per Kg.
[Gambas:Video CNN] (ulf/lav)