Sri Mulyani Minta 'Kartini Kemenkeu' Pengaruhi kebijakan RI

CNN Indonesia | Minggu, 21/04/2019 14:40 WIB
Sri Mulyani Minta 'Kartini Kemenkeu' Pengaruhi kebijakan RI Menteri Keuangan Sri Mulyani (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A).
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebut perempuan di jajaran Kementerian Keuangan sebagai Kartini Kemenkeu. Karena namanya, Kartini Kemenkeu diharapkan mampu menggunakan pengalamannya untuk menyusun dan mempengaruhi kebijakan nasional.

Kebijakan itu, sambung Ani, panggilan akrab Sri Mulyani Indrawati, juga dharapkan bisa menerjemahkan perbedaan gender dalam kebijakan publik. Dengan begitu, RI menjadi negara yang dapat memberi kesempatan yang adil bagi perempuan dan laki-laki seperti yang diperjuangkan Raden Ajeng (RA) Kartini.

"Perjuangan dan pemikiran Kartini adalah sumber inspirasi bagi kami semua, yang hingga kini masih sangat relevan. Kartini tidak berjuang hanya untuk dirinya sendiri, namun untuk perempuan-perempuan lain dalam memperoleh persamaan hak dan kesempatan untuk maju dan berperan positif dalam keluarga, masyarakat, negara dan dunia," ujarnya dalam akun Facebook resminya, dikutip Minggu (21/4).

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, Ani mengadakan dialog dengan pegawai perempuan di jajaran Kemenkeu. Dialog pertama, yakni dengan pegawai yang sudah mencapai puncak karier sebagai pejabat eselon satu dan dua di Kemenkeu dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bawah Kemenkeu.


Dialog kedua dilakukan dengan perwakilan pegawai generasi milenial perempuan yang baru mulai bekerja di Kemenkeu.

Dalam dialog, Ani dan perwakilan pegawai perempuan Kemenkeu membahas tentang mereka dibesarkan di lingkungan keluarga, memulai karier, tantangan dan harapan sepanjang karier mereka, dan saat menyikapi tantangan sebagai seorang perempuan yang bekerja di kantor dan juga sekaligus menjadi seorang anak/ibu/istri di rumah.

Dari dialog tersebut, mantan direktur pelaksana Bank Dunia itu menarik lima pelajaran penting dari pengalaman para Kartini Kemenkeu tersebut. Pertama, peran keluarga terutama orang tua sangat menentukan pilihan awal dan kesuksesan belajar dan karier mereka.

Kedua, para Kartini Kemenkeu ingin membangun karier dan keluarga secara seimbang. Ketiga, semangat pantang menyerah sangat mengagumkan dalam menghadapi pilihan-pilihan sulit dalam berkarier dan berkeluarga.


Keempat, sebagai perempuan mereka sering harus membuktikan lebih mampu dan lebih pantas untuk menduduki suatu jabatan dibandingkan lelaki. Terakhir, peran laki-laki (ayah, saudara dan suami) dalam menciptakan dan mendorong persamaan kesempatan dan hak serta kemajuan juga sangat menentukan.

"Berbagai kisah para Kartini Kemenkeu membuat saya kagum," imbuhnya.

Setelah melihat semangat Kartini pada para pegawai perempuan di Kemenkeu, Ani berharap semangat yang sama juga berkobar di hati dan pikiran seluruh perempuan Indonesia.

"Selamat memperingati Hari Kartini bagi seluruh perempuan Indonesia!" tandasnya.


[Gambas:Video CNN] (sfr/bir)