Usai Quick Count, Menkeu Hitung Reaksi Pasar untuk APBN 2020

CNN Indonesia | Kamis, 18/04/2019 14:17 WIB
Usai Quick Count, Menkeu Hitung Reaksi Pasar untuk APBN 2020 Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengaku turut memperhitungkan reaksi pasar atas penyelenggaraan Pemilu 2019 terhadap penyusunan APBN 2020. (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A).
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengaku turut memperhitungkan reaksi pasar atas penyelenggaraan Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 terhadap penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020.

Saat ini, masing-masing kementerian memang sudah mulai menyusun kebutuhan anggaran untuk program-program yang akan dijalankan pada tahun depan.

Ani, begitu ia akrab disapa, mengatakan reaksi pasar secara umum menunjukkan hasil positif terhadap penyelenggaraan Pemilu 2019 dan hasil perhitungan cepat (quick count).


Reaksi positif tersebut, sambungnya, merupakan bentuk pemulihan kondisi ekonomi yang sebelumnya banyak terpengaruh berbagai sentimen global.


"Market (pasar) sudah bereaksi terhadap hasil quick count, tapi yang penting sekarang untuk fokus bagaimana mengomunikasikan arah kebijakan kami. Kami sedang menyiapkan untuk 2020, jadi kerangka pemulihan itu yang akan dilihat," papar Ani di Kompleks Istana Kepresidenan, Kamis (18/4).

Lebih lanjut, cerminan reaksi pasar bersifat positif terlihat dari penguatan nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Pagi tadi, rupiah menguat 0,59 persen ke posisi Rp14.002 per dolar Amerika Serikat (AS). Senada, IHSG juga menguat 56,58 poin atau 0,87 persen ke level 6.538,12 pada pagi tadi.

"Maka ada ekspektasi muncul capital inflow (arus modal masuk ke Indonesia), wait and see yang dianggap menjadi salah satu faktor yang mengurangi investasi di Indonesia itu sekarang dianggap tidak ada," ungkapnya.

Kendati begitu, Ani enggan memberi gambaran lebih lanjut mengenai faktor pertimbangan yang akan dimasukkan dalam penyusunan APBN 2020.


Ia mengimbau masyarakat, pelaku pasar, dan industri untuk tetap menunggu pengumuman resmi hasil Pemilu 2019 dari Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Sebelumnya, lembaga pemeringkat internasional Moody's Investor Service turut menilai bahwa hasil hitung cepat yang dilakukan sejumlah lembaga survei mendukung investasi dan stabilitas pertumbuhan ekonomi Indonesia. Khususnya yang didasari oleh bauran kebijakan yang dilakukan calon presiden petahana tersebut.

"Hasil jajak pendapat cepat sejauh ini menunjukkan masa jabatan kedua bagi Presiden Jokowi. Perkembangan ini akan mengarah pada lingkungan kesinambungan kebijakan, dengan fokus baru reformasi yang menandai masa jabatan pertamanya," ujar Wakil Direktur-Analis Senior Sovereign Risk Group Moody Investors Service Anushka Shah dalam keterangan resmi.

Sementara hasil hitung cepat dari enam lembaga survei menunjukkan calon presiden dan wakil presiden Joko Widodo-Ma'ruf Amin unggul dari calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.

[Gambas:Video CNN]

Enam lembaga survei tersebut, yakni Litbang Kompas, Indo Barometer, Lembaga Survei Indonesia (LSI) Denny Januar Ali (JA), Media Survei Nasional (Median), Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (Kedai Kopi), dan Pusat Studi Strategi dan Internasional (CSIS). (uli/lav)