Melebar, Defisit Anggaran Kuartal I 2019 Capai 0,63 Persen

CNN Indonesia | Senin, 22/04/2019 19:42 WIB
Melebar, Defisit Anggaran Kuartal I 2019 Capai 0,63  Persen Ilustrasi anggaran. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat defisit hingga 31 Maret 2019 mencapai Rp102 triliun atau 0,63 persen dari Pendapatan Domestik Bruto (PDB).

Secara tahunan, defisit kuartal I 2019 lebih tinggi dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu yang sebesar 0,58 persen dari PDB.  "Defisit kuartal I 2019 0,63 persen dari PDB, target defisit tahun ini 1,84 persen dari PDB," ujar Kepala Badan Kebijakan Fiskal Suahasil Nazara di Gedung Djuanda I Kemenkeu, Senin (22/4).

Berdasarkan data APBN Kita edisi April 2019, jika dirinci, realisasi defisit berasal dari selisih realisasi pendapatan negara yang lebih kecil dibandingkan belanja negara. Akibatnya, keseimbangan primer tercatat minus Rp31,4 triliun.


Tercatat, realisasi pendapatan negara hingga 31 Maret 2019 sebesar Rp350,1 triliun atau 16,2 persen dari alokasi Rp2.165,1 triliun. Secara tahunan, realisasi tersebut tumbuh 4,9 persen.


Pendapatan negara tersebut ditopang oleh penerimaan pajak sebesar Rp248,98 triliun atau 15,78 persen dari target Rp1.577,6 triliun. Realisasi tersebut secara tahunan tumbuh 1,82 persen.

Selain itu, penerimaan kepabeanan dan cukai juga tumbuh signifikan mencapai 73,04 persen secara tahunan menjadi Rp30,97 triliun atau 14,83 persen dari target Rp208,82 triliun.

Sementara itu, penerimaan negara bukan pajak (PNBP) turun 1,47 persen menjadi Rp70,04 triliun. Penurunan ini terjadi karena merosotnya harga minyak dan komoditas lainnya selama tiga bulan pertama 2019.

Tak ayal PNBP Sumber Daya Alam Migas turun 4,41 persen menjadi Rp26,66 triliun. Adapun PNBP non migas masih tumbuh 1,48 persen menjadi Rp8,23 triliun.

[Gambas:Video CNN]

Di sisi lain, realisasi belanja negara tercatat Rp452,06 triliun atau 18,37 persen dari pagu Rp2.461,11 triliun. Realisasi tersebut terdiri dari belanja pemerintah pusat sebesar Rp260,74 triliun atau tumbuh 11,45 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Selain itu, realisasi belanja negara juga berasal dari realisasi Transfer ke Daerah dan Dana Desa sebesar Rp191,32 triliun atau 23,14 persen dari alokasi Rp826,77 triliun.

Untuk menutup defisit selama kuartal I, pemerintah membutuhkan pembiayaan yang telah terealisasi Rp177,45 triliun atau 59,95 persen dari proyeksi sepanjang tahun sebesar Rp296 triliun. Besaran pembiayaan berasal dari penerbitan surat berharga negara (neto) sebesar Rp185,83 triliun atau 47,78 dari target APBN 2019.

Sisanya berasal dari pinjaman (neto) yang minus Rp7,97 triliun. Sebagai catatan, pemerintah memperkirakan pos pinjaman neto sepanjang tahun ini sebesar minus Rp29,7 triliun.

(sfr/agt)