ESDM Ingin Produksi Blok Sakakemang Dimulai Tiga Tahun Lagi

CNN Indonesia | Jumat, 26/04/2019 20:59 WIB
ESDM Ingin Produksi Blok Sakakemang Dimulai Tiga Tahun Lagi Blok Sakakemang. (CNN Indonesia/Hafidz Trijatnika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan produksi pertama minyak dan gas (first oil) dari Blok Sakakemang di Sumatera Selatan ditargetkan dapat dilakukan dalam waktu kurang dari 3 tahun ke depan.

Target tersebut lebih cepat dari komitmen sebelumnya yang lima tahun. Hal ini menjadi komitmen Chief Executive Officer (CEO) Repsol Josu Jon Imaz dalam pertemuan dengan Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar di kantor pusat Repsol di Madrid, Spanyol, pekan ini.

"Kami bersyukur dan gembira bahwa Repsol memiliki komitmen untuk mempercepat produksi migas di Sakakemang dari lima tahun menjadi kurang dari tiga tahun," ujar Arcandra melalui keterangan resminya Jumat (26/4).


Arcandra mengungkapkan pemerintah akan memberikan dukungan penuh agar komitmen tersebut dapat terwujud. Bentuk dukungan pemerintah di antaranya berupa proses persetujuan rencana pengembangan (plan of development/POD) yang cepat serta dukungan administrasi lain.


Sebagai catatan, Blok Sakakemang menjadi salah satu temuan migas terbesar di dunia selama periode 2018-2019. Dengan cadangan terbukti gas bumi mencapai sekitar 2 triliun kaki kubik (tcf), temuan ini juga menjadi yang terbesar di Indonesia selama 18 tahun terakhir.

Menurut Arcandra, percepatan produksi gas di Blok Sakakemang akan semakin memperkuat neraca gas di Indonesia. Terlebih, secara geografis lokasi Sakakemang berdekatan dengan Blok Corridor yang sudah matang infrastrukturnya.

Kondisi ini memungkinkan untuk optimalisasi infrastruktur yang sudah ada untuk mendukung produksi di Sakakemang.

"Pemerintah akan terus berupaya, melakukan inisiatif-inisiatif yang dibutuhkan untuk meningkatkan produksi gas nasional sehingga kekhawatiran bahwa Indonesia akan impor gas bumi dalam beberapa tahun ke depan tidak terbukti," ujar Arcandra.

[Gambas:Video CNN]

Dalam pertemuan dengan pejabat eksekutif Repsol, pemerintah juga membahas kerja sama pengembangan teknologi pengurasan minyak lanjutan (enhanced oil recovery/EOR) di beberapa blok migas di Indonesia.

Hadir dalam pertemuan tersebut Tomas Garcia Blanco, Executive Managing Director of Exploration and Production Repsol dan Hermono, Dubes RI untuk Spanyol, Sukandar, Wakil Kepala SKK Migas, Jaffee Suardin, Deputi Perencanaan SKK Migas dan Mustafid Direktur Pembinaan Hulu Migas Kementerian ESDM.

"Kehadiran kami di Madrid merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk terus memperkuat hubungan dengan para investor migas global dan menarik lebih banyak investasi migas di Indonesia. Dengan berbagai terobosan regulasi dan pemangkasan ratusan aturan yang tidak produktif, kami optimis investasi migas akan terus meningkat," ujarnya.
(sfr/agt)