Jasa Pengiriman Berharap Omzet Naik 15 Persen saat Ramadan

CNN Indonesia | Kamis, 02/05/2019 09:36 WIB
Jasa Pengiriman Berharap Omzet Naik 15 Persen saat Ramadan Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres, Pos dan Logistik Indonesia (Asperindo) Mohamad Feriadi. (CNN Indonesia/Galih Gumelar)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pengusaha industri jasa pengiriman menargetkan pendapatan pada Ramadan tahun ini bisa naik 15 persen dibandingkan bulan biasa. Target tersebut sama seperti realisasi pertumbuhan pendapatan saat Ramadan tahun lalu.

Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres, Pos dan Logistik Indonesia (Asperindo) Mohamad Feriadi mengatakan Ramadan merupakan salah satu musim puncak alias peak season bagi industri jasa pengiriman. Jumlah pengiriman barang biasanya akan melonjak pada bulan tersebut.

Feriadi menuturkan bisnis pengiriman erat kaitannya dengan toko daring (online shop) dan e-commerce. Semakin banyak masyarakat yang berbelanja di e-commerce pada saat Ramadan, maka akan positif untuk industri jasa pengiriman. Begitu juga bila yang terjadi sebaliknya.

"Saya melihat ada potensi peningkatan bisnis signifikan karena dengan e-commerce maka orang jadi dimudahkan, belanja sesuatu tidak harus pergi keluar rumah. Semua hanya perlu teknologi dan akses internet. Apalagi saat Ramadan ya," ungkap Feriadi kepada CNNIndonesia.com, Kamis (2/5).



Masyarakat yang belanja secara daring pun tak hanya terjadi di kota besar, tapi juga yang berada di luar Jakarta. Inilah yang menjadi keuntungan bagi bisnis jasa pengiriman.

"Yang paling banyak dikirim biasanya fesyen, elektronik, dan makanan. Tapi paling banyak masih fesyen," terang Feriadi.

Feriadi yang juga menjabat sebagai Direktur Utama PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) menuturkan walaupun industri hanya menargetkan pertumbuhan pendapatan sebesar 15 persen, tapi beberapa perusahaan menargetkan lebih.

JNE misalnya, manajemen mematok pendapatan perusahaan melesat hingga 40 persen pada Ramadan.

[Gambas:Video CNN]

"Angkanya sama seperti tahun lalu. Industri dan JNE sendiri juga masih sama," ucap Feriadi.

Umumnya, lonjakan pengiriman barang terjadi pada pertengahan Ramadan sampai H-10 jelang Lebaran. Setelah itu, pengiriman barang mulai berkurang karena sebagian besar masyarakat sudah mulai libur.

"Nanti H-4 Lebaran pengiriman sepi. Kalau dari pengalaman seperti itu," imbuhnya.

Ia menambahkan Ramadan bukan satu-satunya musim puncak bagi industri jasa pengiriman. Musim promo yang biasanya dilakukan oleh e-commerce setiap akhir tahun juga membawa berkah bagi perusahaan.

"Berkat promo-promo itu biasanya membuat pengiriman barang menjadi lebih banyak," pungkas Feriadi.
(aud/agt)