SimPel/SimPel iB merupakan program simpanan pelajar yang diluncurkan sejak 2015 untuk menarik minat siswa menabung di bank. Tujuan akhirnya, meningkatkan inklusi keuangan di Indonesia.
"Jumlah bank peserta SimPel/SimPel iB sebanyak 304 bank, terdiri dari 20 bank umum, 11 bank umum syariah, 24 bank daerah," ujar Anggota Dewan Komisioner Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Tirta Segara, Kamis (2/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jumlah nasabah yang menabung pada kegiatan kunjungan ke sekolah ini sebanyak 51.327 pelajar dengan nominal transaksi setoran sebesar Rp6,38 miliar," papar Tirta.
Tirta mengatakan pihaknya semula hanya menargetkan pembukaan 100 ribu rekening baru selama periode tersebut. Namun, realisasinya melebihi target.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan sudah meminta kepada perbankan nasional untuk melakukan kunjungan ke sekolah minimal dua kali dalam satu bulan. Hal ini agar target inklusi keuangan sebesar 75 persen pada 2019 dapat terwujud.
"Kami juga berharap ke depannya dapat terwujud kepemilikan rekening seluruh pelajar di Indonesia (one student one account)," ucap Wimboh.
Dalam hal ini, Wimboh meminta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia dan Kementerian Agama membantu mewujudkan program one student one account.
Selain itu, ia juga meminta Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution untuk mendorong Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan 20 Agustus sebagai Hari Indonesia Menabung.
"Kami mohon arahan dan dukungan dari Bapak Menko untuk mendorong pencanangan Hari Indonesia Menabung dalam bentuk Keputusan Presiden (Keppres)," ujar Wimboh.
Budaya Menabung RI Masih Rendah
Ia mengakui budaya menabung warga Indonesia masih kalah dibandingkan dengan Brunei Darussalam, Singapura, dan Thailand. Berdasarkan data yang ia dapatkan dari Bank Dunia, rasio kepemilikan rekening bank yang dipunya penduduk dengan usia di atas 15 tahun pada 2016 lalu hanya 48,9 persen.
"Rata-rata rasio tabungan rumah tangga Indonesia terhadap total pendapatannya juga relatif rendah yakni hanya sebesar 8,5 persen," jelas Wimboh.
Padahal, potensi dana masyarakat khususnya pelajar masih cukup besar, yakni mencapai 69,3 juta orang. Angka itu setara dengan 25,8 persen dari total penduduk di Indonesia.
"Makanya penting untuk mengubah mental masyarakat menjadi giat menabung dan investasi untuk kegiatan produktif," pungkas Wimboh.
[Gambas:Video CNN] (aud/lav)