OJK: Total Simpanan Pelajar per 2018 Capai Rp6,6 Triliun

CNN Indonesia | Kamis, 02/05/2019 19:28 WIB
OJK: Total Simpanan Pelajar per 2018 Capai Rp6,6 Triliun Ilustrasi simpanan pelajar. (ANTARA FOTO/Rosa Panggabean).
Jakarta, CNN Indonesia -- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat jumlah rekening SimPel/SimPel iB sampai akhir 2018 sudah mencapai 17 juta rekening dengan total nominal Rp6,64 triliun.

SimPel/SimPel iB merupakan program simpanan pelajar yang diluncurkan sejak 2015 untuk menarik minat siswa menabung di bank. Tujuan akhirnya, meningkatkan inklusi keuangan di Indonesia.

"Jumlah bank peserta SimPel/SimPel iB sebanyak 304 bank, terdiri dari 20 bank umum, 11 bank umum syariah, 24 bank daerah," ujar Anggota Dewan Komisioner Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Tirta Segara, Kamis (2/5).


Guna menambah terus jumlah tabungan pelajar, sejumlah perbankan rutin berkunjung ke sekolah di berbagai wilayah.


"Jumlah nasabah yang menabung pada kegiatan kunjungan ke sekolah ini sebanyak 51.327 pelajar dengan nominal transaksi setoran sebesar Rp6,38 miliar," papar Tirta.

Pada periode Februari-April 2019 saat program kegiatan Simpel Day 2019 berlangsung, Otoritas mencatat total dana yang ditabung dalam rekening SimPel/SimPel iB sebesar Rp38,89 miliar. Dana itu tersebar di 319.499 rekening.

Tirta mengatakan pihaknya semula hanya menargetkan pembukaan 100 ribu rekening baru selama periode tersebut. Namun, realisasinya melebihi target.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan sudah meminta kepada perbankan nasional untuk melakukan kunjungan ke sekolah minimal dua kali dalam satu bulan. Hal ini agar target inklusi keuangan sebesar 75 persen pada 2019 dapat terwujud.


"Kami juga berharap ke depannya dapat terwujud kepemilikan rekening seluruh pelajar di Indonesia (one student one account)," ucap Wimboh.

Dalam hal ini, Wimboh meminta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia dan Kementerian Agama membantu mewujudkan program one student one account.

Selain itu, ia juga meminta Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution untuk mendorong Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan 20 Agustus sebagai Hari Indonesia Menabung.

"Kami mohon arahan dan dukungan dari Bapak Menko untuk mendorong pencanangan Hari Indonesia Menabung dalam bentuk Keputusan Presiden (Keppres)," ujar Wimboh.


Budaya Menabung RI Masih Rendah

Ia mengakui budaya menabung warga Indonesia masih kalah dibandingkan dengan Brunei Darussalam, Singapura, dan Thailand. Berdasarkan data yang ia dapatkan dari Bank Dunia, rasio kepemilikan rekening bank yang dipunya penduduk dengan usia di atas 15 tahun pada 2016 lalu hanya 48,9 persen.

"Rata-rata rasio tabungan rumah tangga Indonesia terhadap total pendapatannya juga relatif rendah yakni hanya sebesar 8,5 persen," jelas Wimboh.

Padahal, potensi dana masyarakat khususnya pelajar masih cukup besar, yakni mencapai 69,3 juta orang. Angka itu setara dengan 25,8 persen dari total penduduk di Indonesia.

"Makanya penting untuk mengubah mental masyarakat menjadi giat menabung dan investasi untuk kegiatan produktif," pungkas Wimboh.

[Gambas:Video CNN] (aud/lav)