Laba BUMN Konstruksi Kuartal I 2019 Anjlok 35 Persen

CNN Indonesia | Rabu, 08/05/2019 20:28 WIB
Laba BUMN Konstruksi Kuartal I 2019 Anjlok 35 Persen Ilustrasi BUMN konstruksi. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Emiten BUMN konstruksi membukukan laba bersih kuartal I 2019 sebesar Rp1,25 triliun, anjlok 34,89 persen dibandingkan dengan kuartal I 2018 sebesar Rp1,92 triliun.

BUMN konstruksi tersebut, yakni PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT), PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA), PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (PTPP), dan PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI).

Penurunan total keuntungan emiten BUMN konstruksi terutama disebabkan anjloknya kinerja Waskita Karya dalam tiga bulan terakhir. Laba bersih perusahaan yang biasanya meningkat kini justru melorot 52,88 persen dari periode yang sama tahun lalu hanya mencapai Rp716,24 miliar.


Kondisi ini terjadi karena pendapatan perusahaan menurun 29,94 persen dari Rp12,39 triliun menjadi Rp8,68 triliun.


Emiten lainnya, Wijaya Karya, PTPP, dan Adhi Karya terlihat berhasil mempertahankan pertumbuhan laba bersihnya. Wijaya Karya menjadi emiten yang paling tinggi mencatatkan kenaikan laba bersih hingga mencapai 66,98 persen.

Perusahaan mengantongi keuntungan sebesar Rp285,89 miliar pada kuartal I 2019, sedangkan pada kuartal I 2018 lalu hanya Rp171,21 miliar. Pendapatan perusahaan tercatat naik 4 persen menjadi Rp6,5 triliun dari sebelumnya Rp6,25 triliun.

Menyusul, PTPP membukukan pertumbuhan laba bersih sebesar 12,52 persen dari Rp156,1 miliar menjadi Rp175,65 miliar. Perusahaan meraup pendapatan Rp4,96 triliun, meningkat 34,78 persen dari sebelumnya Rp3,68 triliun.

Sementara itu, laba bersih Adhi Karya hanya naik tipis sebesar 3,08 persen. Dengan demikian, keuntungan yang diraih pada tiga bulan pertama tahun ini tak beda jauh dengan periode sebelumnya, yakni Rp75,54 miliar dari Rp73,28 miliar.

Laba BUMN Konstruksi Kuartal I 2019 Anjlok 35 Persen(CNN Indonesia/Timothy Loen)
Dari sisi arus kas operasional, keempatnya kompak mencatatkan angka negatif. Dalam hal ini, arus kas Wijaya Karya paling negatif sebesar Rp3,92 triliun, naik dari sebelumnya yang hanya Rp2,82 triliun.

Begitu juga dengan Waskita Karya, di mana arus kasnya semakin minus dari Rp1,76 triliun menjadi Rp2,08 triliun. Sementara arus kas operasional PTPP minus Rp1,99 triliun dari sebelumnya Rp1,79 triliun.

Adapun Adhi Karya bisa dibilang lebih beruntung dibandingkan tiga emiten sebelumnya. Walaupun laba bersihnya hanya tumbuh tipis, tapi perusahaan berhasil menekan beban arus kas yang sebelumnya minus Rp2,01 triliun menjadi hanya Rp996,73 miliar.
[Gambas:Video CNN] (aud/agi)