BUMN konstruksi tersebut, yakni PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT), PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA), PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (PTPP), dan PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI).
Penurunan total keuntungan emiten BUMN konstruksi terutama disebabkan anjloknya kinerja Waskita Karya dalam tiga bulan terakhir. Laba bersih perusahaan yang biasanya meningkat kini justru melorot 52,88 persen dari periode yang sama tahun lalu hanya mencapai Rp716,24 miliar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Emiten lainnya, Wijaya Karya, PTPP, dan Adhi Karya terlihat berhasil mempertahankan pertumbuhan laba bersihnya. Wijaya Karya menjadi emiten yang paling tinggi mencatatkan kenaikan laba bersih hingga mencapai 66,98 persen.
Menyusul, PTPP membukukan pertumbuhan laba bersih sebesar 12,52 persen dari Rp156,1 miliar menjadi Rp175,65 miliar. Perusahaan meraup pendapatan Rp4,96 triliun, meningkat 34,78 persen dari sebelumnya Rp3,68 triliun.
Sementara itu, laba bersih Adhi Karya hanya naik tipis sebesar 3,08 persen. Dengan demikian, keuntungan yang diraih pada tiga bulan pertama tahun ini tak beda jauh dengan periode sebelumnya, yakni Rp75,54 miliar dari Rp73,28 miliar.
(CNN Indonesia/Timothy Loen) |
Begitu juga dengan Waskita Karya, di mana arus kasnya semakin minus dari Rp1,76 triliun menjadi Rp2,08 triliun. Sementara arus kas operasional PTPP minus Rp1,99 triliun dari sebelumnya Rp1,79 triliun.
Adapun Adhi Karya bisa dibilang lebih beruntung dibandingkan tiga emiten sebelumnya. Walaupun laba bersihnya hanya tumbuh tipis, tapi perusahaan berhasil menekan beban arus kas yang sebelumnya minus Rp2,01 triliun menjadi hanya Rp996,73 miliar.
[Gambas:Video CNN] (aud/agi)
(CNN Indonesia/Timothy Loen)