Sementara itu, kurs referensi Bank Indonesia (BI) Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) menempatkan rupiah di posisi Rp14.305 per dolar AS atau menguat dibanding kemarin Rp14.309 per dolar AS. Hari ini, rupiah berada di dalam rentang
Sebagian besar mata uang utama Asia melemah terhadap dolar AS. Ringgit Malaysia melemah 0,02 persen, rupee India melemah 0,16 persen, won Korea Selatan melemah 0,25 persen, dan peso Filipina melemah 0,32 persen. Di sisi lain, dolar Hong Kong tidak bergerak terhadap dolar AS pada hari ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu pergerakan mata uang negara maju terbilang bervariasi, seperti euro yang melemah 0,06 persen, dolar Australia sebesar 0,04 persen, dan poundsterling Inggris melemah 0,25 persen
"Nanti, Wakil Perdana Menteri China Liu He sedang melakukan perjalanan ke Washington untuk melanjutkan negosiasi perdagangan dengan AS pada hari Kamis dan Jumat," jelas Ibrahim, Rabu (8/5).
Selain perang dagang, Analis Asia Tradepoint Future Deddy Yusuf Siregar mengatakan pelaku pasar agak ragu-ragu masuk ke negara berkembang setelah AS merilis data Survei Pembukaan Pekerjaan dan Perputaran Tenaga Kerja yang menunjukkan perbaikan. Tercatat, lowongan kerja AS pada Maret tercatat 7,49 juta atau meningkat dari Februari 7,14 juta.
"Sebenarnya pasar tenaga kerja ini solid, tapi pelaku pasar juga mencermati, apakah pertumbuhan tenaga kerja ini bisa menopang tingkat upah. Kondisi ini ke depan bisa menjadi sentimen bagi The Fed, apakah akan mempertahankan sikap dovish," jelas dia.
Terakhir, rupiah juga terpengaruh dari pengumuman devisa BI pada April yang tercatat US$124,3 miliar atau turun dari posisi Maret US$124,5 miliar. "Tapi walaupun begitu, secara teknikal rupiah sebenarnya masih kuat karena nyaris terus mendekati Rp14.300," jelas dia.
[Gambas:Video CNN] (glh/agt/agt)