Uji Coba Usai, Waktu Tempuh LRT Palembang Dipangkas 20 Menit

CNN Indonesia | Minggu, 12/05/2019 07:55 WIB
Uji Coba Usai, Waktu Tempuh LRT Palembang Dipangkas 20 Menit LRT Palembang. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Palembang, CNN Indonesia -- Light rail transit (LRT) Palembang akan mulai beroperasi secara penuh pada Juni mendatang, usai uji coba rampung. Pada saat beroperasi penuh, waktu tempuh LRT Jabodebek ini akan dipangkas hingga 20 menit. 

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan masa ujicoba LRT bakal rampung pada Juni mendatang. Dengan dioperasikan LRT secara penuh, banyak penyesuaian yang akan dilakukan agar LRT sebagai transportasi masal bekerja secara optimal.

Menurut Budi, pemerintah pusat konsen dengan keberhasilan LRT Palembang. Pasalnya, Palembang merupakan kota pertama yang memiliki transportasi massal LRT.


Ia tak menampik perlunya peningkatan dan perbaikan pada LRT Palembang. Menurut dia, proyek percontohan memang perlu melakukan penyesuaian.


Salah satu penyesuaian yang dilakukan yakni menambah rangkaian kereta dari semula 6 trainset menjadi 8 trainset selama uji coba. Kemudian, ada penyesuaian waktu jeda antara pergerakan satu rangkaian kereta dengan kereta lainnya (headway).

"Kami banyak lakukan improvement (perbaikan), kami rencanakan tanggal 1 atau 7-8 Juni untuk operasi yang level of service-nya jauh lebih baik dari sekarang. Kalau sekarang katakanlah headway-nya masih di atas 30 menit, kami tekan menjadi 15 menit," ujar Menhub di Palembang, akhir pekan ini. 

Waktu tempuh LRT, dari Stasiun Depo menuju Stasiun Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang saat ini mencapai 62 menit. Namun, ketika sudah beroperasi secara penuh, waktu tempuh akan dipangkas menjadi 42 menit.

Beberapa penyesuaian pun dilakukan terhadap pemberhentian di stasiun yang sering digunakan masyarakat untuk naik turun, yakni Stasiun Pasar Cinde dan Stasiun DJKA.


"Kalau dulu intensitasnya sama, nanti akan ada inovasi, akan diupayakan dari Bandara ke Pasar Cinde itu agak rutin. Jarak tempuhnya juga disesuaikan, Bandara-Cinde 30 menit," ungkap Budi.

Selain itu, pihaknya pun berkoordinasi dengan Pemkot Palembang untuk mengoptimalkan feeder LRT yang memanfaatkan Bus Rapid Transit (BRT) milik Pemkot yakni TransMusi dan Damri. Menurut Budi, sistem trayek feeder yang matang akan meningkatkan okupansi dan ketergantungan masyarakat dalam menggunakan LRT serta mengurangi penggunaan kendaraan pribadi.

Kendati demikian, Budi mengaku transportasi pendukung LRT di Palembang masih belum maksimal. Oleh karena itu optimasi terus dilakukan dengan melengkapi sarana dan prasarana yang dibutuhkan, serta manajemen transportasi yang baik

[Gambas:Video CNN]

"Dengan pengoperasian penuh pada Juni nanti bukan berarti LRT sudah sempurna. Namun pengembangan terus dilakukan agar ini menjadi transportasi yang benar-benar sumber pergerakan orang di Palembang," ujar dia.

Sementara itu Wali Kota Palembang Harnojoyo mengungkapkan pihaknya terus melakukan pengefektifan dalam manajemen transportasi BRT yang menjadi pelengkap LRT. LRT, ujar dia, akan menjadi transportasi utama dalam waktu beberapa tahun kedepan dengan sistem antarmoda yang terus dikembangkan agar menyentuh ke pemukiman penduduk yang jauh dari tengah kota dan bermuara di LRT.

"Kami mendukung untuk persiapan antarmoda yang baik, diefektifkan supaya masyarakat Palembang lebih tertarik naik LRT ketimbang transportasi lainnya," pungkas Harnojoyo. (idz/agi)