Rupiah tidak sendirian. Di kawasan Asia sejumlah mata uang juga melemah terhadap dolar AS.
Ambil contoh, baht Thailand, won Korea Selatan, dolar Singapura dan peso Filipina. Keempat mata uang tersebut masing-masing melemah 0,13 persen, 0,25 persen dan 0,10 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:IHSG Menghijau ke Level 6.209 |
Kepala Riset Monex Investindo Ariston Tjendra mengatakan rupiah pada perdagangan pagi memang masih mendapatkan sentimen dari perang tarif dagang antara Amerika Serikat dengan China yang kembali memanas akhir pekan kemarin.
"Selain itu tekanan juga datang dari negosiasi perundingan perang dagang yang sampai saat ini belum pasti," katanya kepada CNNIndonesia.com, Senin (13/5) pagi.
Negosiasi yang belum jelas tersebut menimbulkan kekhawatiran pasar bahwa ke depan ekonomi dunia akan melemah, sehingga menekan pergerakan rupiah.
[Gambas:Video CNN]
Dari dalam negeri, Ariston mengatakan rupiah juga mengalami tekanan dari data defisit neraca transaksi berjalan yang mencapai US$7 miliar atau 2,6 persen dari PDB pada kuartal I 2019.
Atas sentimen tersebut, ia memperkirakan rupiah hari ini akan melemah di kisaran Rp14.280- Rp14.400 per dolar AS. (glh/agt)