Jakarta Bisa Bersaing dengan Singapura jika Ibu Kota Dipindah

CNN Indonesia | Senin, 13/05/2019 13:56 WIB
Jakarta Bisa Bersaing dengan Singapura jika Ibu Kota Dipindah Ilustrasi ibu kota. (CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) berharap pemindahan ibu kota dari DKI Jakarta mampu membuat Jakarta fokus menjadi pusat bisnis, perdagangan, dan jasa. Tujuan akhirnya, dapat menyaingi beberapa kota bisnis lain di kawasan Asia Tenggara, antara lain Kuala Lumpur, Bangkok, Manila, termasuk Singapura.

Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan pemindahan ibu kota membuka ruang perkembangan kota DKI Jakarta semakin terbuka. Misalnya, kawasan pemerintahan yang umumnya berada di titik strategis saat ini bisa dialihkan menjadi gedung-gedung perkantoran.

Hal tersebut, sambung dia, akan membuat sektor bisnis, perdagangan, dan jasa, tumbuh dengan pesat. Selain itu, DKI Jakarta bisa seminimal mungkin mendapatkan gangguan dari hal-hal yang berkaitan dengan pusat pemerintahan.

"Kami ingin Jakarta bisa mengangkat level (bisnis) ke regional. Jadi, bukan pusat bisnis terbesar di Indonesia saja, tapi bisa bersaing dengan Kuala Lumpur, Bangkok, Manila, bahkan menjadi pesaing Singapura juga. Pokoknya jangan sampai kalah dengan mereka," ujar Bambang di Kantor Staf Presiden (KSP), Jakarta Pusat, Senin (13/5).


Menurut dia, Jakarta perlu menjadi pusat bisnis yang bisa menyaingi ketiga kota bisnis di negara tetangga agar bisa menunjang target menjadi negara ekonomi terbesar kelima di dunia pada 2045. "Maka, kota bisnisnya harus punya kapasitas ekonomi yang lebih besar dan berskala internasional," imbuh dia.

Sekalipun tak lagi menjadi pusat pemerintahan, geliat ekonomi Jakarta diperkirakan tak redup. Menurut catatan Bambang, sumbangan ekonomi dari sektor pemerintahan di Jakarta hanya sekitar 20 persen dari total pertumbuhan ekonomi yang mencapai 6,17 persen pada 2018.

Sedangkan 80 persen lainnya disumbang oleh sektor swasta. Sementara, bila dihitung dari kontribusi masyarakat yang bekerja di Jakarta, jumlah Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang ada di Jakarta dan mungkin dipindahkan ke ibu kota baru kurang dari 1 juta orang.

[Gambas:Video CNN]

"Penduduk Jakarta sendiri ada 10,3 juta jiwa dan dengan penduduk Jabodetabek hampir 25 juta orang. Jadi, kehadiran orang-orang itu akan membuat pertumbuhan ekonomi Jakarta tetap tinggi," katanya.

Di sisi lain, Bambang menilai dampak perekonomian yang bisa didapat Indonesia nanti bisa saja lebih besar karena calon ibu kota baru juga akan mendapat peningkatan perekonomian. Begitu juga dengan kota-kota di sekitarnya, Pulau Kalimantan, hingga ekonomi nasional.

"Secara nasional, kalaupun tidak banyak ke pertumbuhan, tapi ada pemerataan. Apalagi nanti akan ada banyak pusat pertumbuhan ekonomi baru, seperti enam kota metropolitan baru, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), kawasan industri, pariwisata, dan lainnya," tandas dia.


(uli/bir)