Kemendag Segera Rilis Izin Impor Bawang Putih 125 Ribu Ton

CNN Indonesia | Senin, 13/05/2019 18:56 WIB
Kemendag Segera Rilis Izin Impor Bawang Putih 125 Ribu Ton Ilustrasi bawang putih. (CNN Indonesia/Hesti Rika).
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Perdagangan (Kemendag) bakal mengeluarkan izin impor bawang putih 125 ribu ton sebelum akhir Mei 2019. Bawang putih impor itu akan digelontorkan untuk kebutuhan lebaran sehingga harga di pasaran bisa stabil.

Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan Karyanto Suprih mengatakan pihaknya sudah mendapatkan Rekomendasi Impor Produk Holtikultura (RIPH) dari Kementerian Pertanian. Rekomendasi itu berisikan impor dari 11 perusahaan asing.

"Akan dikeluarkan dalam waktu dekat lah setelah semua beres administrasinya," ucap Karyanto, Senin (13/5).


Kementerian Perdagangan akan memeriksa identitas calon importir bawang putih, khususnya dari sisi wajib tanamnya. Sebagai informasi, masing-masing importir wajib menanam 5 persen dari dari volume yang didapat dalam rekomendasi impor.


"Dia sudah wajib tanam belum, kan kami cek dengan Kementerian Pertanian, baru kami kasih izin. Sesuai aturan kalo sudah memenuhi syarat wajib tanam, kami keluarkan izinnya," terang Karyanto.

Pemerintah menargetkan impor bawang putih sebanyak 125 ribu ton itu bisa digelontorkan mulai akhir Mei 2019. Dengan demikian, harga bawang putih yang sempat melambung hingga Rp80 ribu per kilogram (kg) bisa kembali stabil di kisaran Rp30 ribu per kg.

"Harga di pasar ritel Rp30 ribu per kg, karena kalau di pedagang pasar kan susah. Kalau dia tidak patuh kan izinnya kami cabut saja," tegasnya.


Ia menuturkan kebutuhan bawang putih tiap bulan berkisar 35 ribu sampai 40 ribu ton per bulan. Oleh karena itu, Karyanto memperkirakan impor bawang putih 125 ribu ton bisa menutup kebutuhan konsumen selama tiga sampai empat bulan ke depan.

Sebelumnya, Kementerian Perdagangan sudah lebih dulu mengeluarkan izin impor bawang putih sebanyak 115.765 ton bulan lalu. Izin itu diberikan untuk delapan importir.

[Gambas:Video CNN] (aud/lav)