Perusahaan Properti Siap Bangun Hunian di Ibu Kota Baru

CNN Indonesia | Kamis, 16/05/2019 13:47 WIB
Perusahaan Properti Siap Bangun Hunian di Ibu Kota Baru Salah satu maket perumahan Indonesia Property Expo beberapa waktu lalu. (CNN Indonesia/Hesti Rika).
Jakarta, CNN Indonesia -- Sejumlah perusahaan properti mengaku siap melebarkan sayap untuk mengembangkan proyek hunian di Pulau Kalimantan jika pemerintah benar-benar akan memindahkan ibu kota ke kawasan tersebut. Saat ini, masing-masing perusahaan masih menunggu kepastian dari pemerintah.

Manajemen PT Ciputra Development Tbk (CTRA) mengungkapkan pihaknya siap melakukan ekspansi dengan menambah ketersediaan lahan (land bank) di Pulau Kalimantan.

"Kalau ada kesempatan, kenapa tidak," ucap Direktur Independen Tulus Santoso kepada CNNIndonesia.com, Rabu (15/5).


Ciputra Development kebetulan tidak memiliki land bank di Pulau Kalimantan. Hanya saja, perusahaan memiliki proyek dengan skema kerja sama operasi (KSO) di beberapa kota di Pulau Kalimantan, seperti Banjarmasin, Balikpapan, Samarinda, dan Pontianak.


Terkait pendanaan, Tulus mengaku pihaknya belum menentukan sumber dana dan jumlah yang akan digelontorkan untuk membangun hunian di Pulau Kalimantan. Manajemen baru akan merancang secara serius jika ada kepastian dari pemerintah terkait pemindahan ibu kota.

"Saya kira masih terlalu awal, sampai dengan sekarang juga belum ada Rencana Umum Tata Ruang (RUTR)," jelas Tulus.

Senada, manajemen PT Intiland Development Tbk (DILD) juga mengaku siap untuk membangun proyek hunian di Pulau Kalimantan sejalan dengan wacana pemerintah untuk memindahkan ibu kota yang saat ini berada di DKI Jakarta. Namun, perusahaan belum memiliki perencanaan yang matang terkait hal itu.

"Pada dasarnya, kami akan melakukan eksplorasi atas segala kesempatan termasuk jika sudah diputuskan ibu kota baru," terang Sekretaris Perusahaan Intiland Development Theresia Rustandi.


Sama seperti Ciputra Development, Theresia menyatakan pihaknya tak memiliki land bank di Pulau Kalimantan. Ia juga belum mau berspekulasi terkait dana yang dibutuhkan untuk membangun proyek hunian di daerah Kalimantan.

"Kami menunggu (kepastian pemerintah)," imbuh Theresia.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sempat berkunjung ke beberapa lokasi yang dianggap cocok untuk menggantikan posisi DKI Jakarta sebagai ibu kota. Jokowi bertandang ke Kaliantan Timur dan Kalimantan Tengah pekan lalu.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu meninjau Bukit Soeharto di Kabupaten Kutai Kertanegara di Kalimantan Timur yang dinilainya cukup strategis karena berada di antara dua kota besar, yakni Balikpapan dan Samarinda. Sementara di Kalimantan Tengah, Jokowi mengunjungi empat wilayah sekaligus yakni Palangka Raya, Katingan, Gunung Mas, dan Pulang Pisau.

[Gambas:Video CNN]

Tak tinggal diam, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono juga mengumpulkan arsitek untuk menentukan desain ibu kota baru. Ia menyatakan pembukaan lahan di ibu kota baru akan dimulai pada 2020 mendatang.

Sejauh ini, Basuki sudah mengumpulkan tujuh orang arsitek ke dalam satu tim yang nantinya akan ikut lokakarya berantai. Dalam kegiatan tersebut akan dibahas mengenai perencanaan, masterplan, dan detail desain bangunan fisiknya.

"Nanti, Ikatan Arsitek Indonesia juga rencananya diundang oleh Presiden Joko Widodo. Kira-kira untuk menerjemahkan keinginan istana seperti apa? Kebutuhannya seperti apa, dari sisi pertanahan, efisiensi kantor, jadi ada semuanya," pungkas Basuki. (aud/lav)