45 Persen dari Laba 2018, Bank Mandiri Bagi Dividen Rp11,2 T

CNN Indonesia | Kamis, 16/05/2019 20:28 WIB
45 Persen dari Laba 2018, Bank Mandiri Bagi Dividen Rp11,2 T Ilustrasi Bank Mandiri. (CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemegang saham PT Bank Mandiri Tbk menyetujui pembagian dividen sebesar Rp11,2 triliun. Berdasarkan perhitungan, investor akan memperoleh dividen sekitar Rp241 per saham atas kinerja tahun buku 2018.

Jumlah tersebut setara dengan 45 persen dari laba bersih perseroan pada tahun lalu yang mencapai Rp25 triliun. Sisa 55 persen dari laba bersih 2018 akan digunakan sebagai laba ditahan perusahaan.

"Penetapan besaran dividen tersebut telah memperhatikan kebutuhan likuiditas perseroan dalam mengembangkan bisnis dan memenuhi ketentuan terbaru regulator," ujar Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Sulaiman A Arianto usai mengikuti RUPST di Menara Mandiri, Jakarta, Kamis (16/5).


Secara nominal, dividen yang dibagikan atas laba bersih 2018 naik 21,7 persen dibanding besaran dividen yang dibagikan saat kinerja tahun buku 2017 yakni sebesar Rp9,2 triliun. Namun secara rasio, porsi dividen yang dibagikan tetap 45 persen.


Perusahaan mengaku ingin memperkuat ketahanan modal yang akan mendukung upaya pencapaian target pertumbuhan penyaluran kredit di kisaran 10 persen hingga 12 persen dengan rasio kredit bermasalah kotor (NPL gross) yang terjaga di 2,5 persen hingga 2,7 persen.

Selain itu, besaran porsi dividen juga mempertimbangkan penerapan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 71, 72, dan 73 sesuai ketentuan Dewan Standar Akuntansi Keuangan (DSAK) yang akan berlaku efektif pada 1 Januari 2020 mendatang.

Dari total dividen yang dibagikan, 60 persen di antaranya atau sekitar Rp6,75 triliun disetorkan kepada pemerintah. Sementara, 40 persen sisanya dibagikan kepada pemegang saham publik.


"Pembayaran dividen dilakukan satu bulan dari hari ini. Jadi sekarang tanggal 16 Mei 2019 nanti dibayarkan pada 16 Juni 2019," ujarnya.

RUPST juga memutuskan untuk mempertahankan komposisi Dewan Direksi dan Dewan Komisaris perseroan meskipun ada perubahan nomenklatur. Komposisi yang dipertahankan tersebut dilakukan guna menjaga kinerja baik yang dicetak tahun lalu dan mendukung pencapaian target tahun ini.

[Gambas:Video CNN] (sfr/lav)