IHSG Masih Belum Bisa Keluar dari Tekanan

CNN Indonesia | Jumat, 17/05/2019 06:50 WIB
IHSG Masih Belum Bisa Keluar dari Tekanan Ilustrasi IHSG. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan kembali melemah pada perdagangan Jumat (17/5) ini. Pasar saham Indonesia belum memiliki sentimen positif untuk menarik indeks dari zona merah.

Analis Artha Sekuritas Dennies Christoper Jordan mengatakan sentimen perang dagang antara Amerika Serikat (AS) masih menghantui pergerakan IHSG. Makanya, indeks diperkirakan akan kembali terkoreksi.

"Sentimen perang dagang yang masih panas akan mempengaruhi pergerakan IHSG," kata Dennies seperti dikutip dari risetnya, Jumat (17/5).


Kendati begitu, Dennies melihat secara teknikal IHSG sudah berada di area jenuh jual alias oversold. Dengan faktor tersebut, pelemahan IHSG berpotensi terbatas atau tidak dalam seperti sebelumnya yang lebih dari 1 persen.


"IHSG diprediksi melemah. Support 5.811-5.853 dan resistance 5.973-6.051," terangnya.

Senada, Analis Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya mengatakan tekanan IHSG terlihat mulai terbatas. Selain karena faktor teknikal, sentimen lain berupa aliran dana asing (capital inflow) yang tercatat beli bersih (net buy) secara year to date (ytd) atau sejak awal tahun hingga sekarang diperkirakan dapat menahan pelemahan IHSG lebih dalam.

"Ini tentunya merupakan salah satu faktor dan bentuk kenyamanan investor dalam berinvestasi di dalam pasar modal Indonesia," papar William melalui risetnya.

Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), pelaku pasar secara year to date tercatat net buy sebesar Rp58,2 miliar. Namun, khusus perdagangan kemarin saja tercatat jual bersih (net sell) sebesar Rp687,6 miliar.

"Hari ini peluang kenaikan masih terlihat pada IHSG," terang William.

[Gambas:Video CNN]

Ia memprediksi pergerakan IHSG berada dalam rentang support 5.861 dan resistance 6.088. Pelaku pasar disarankan mencermati sejumlah saham, khususnya konstruksi seperti PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA), PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI), dan PT Wijaya Karya Beton (WTON).

Sekadar informasi, IHSG belum juga beranjak dari zona merah sejak Senin (13/5). Dalam perdagangan kemarin posisinya semakin rendah, yakni di level 5.895 dengan pelemahan 1,42 persen.

Sementara, bursa saham Wall Street melanjutkan penguatannya tadi malam. Dow Jones naik 0,84 persen, S&P500 0,89 persen, dan Nasdaq 0,97 persen.

(aud/agt)