Industri Asuransi Syariah Optimistis Aset Tumbuh 14,76 Persen

CNN Indonesia | Sabtu, 18/05/2019 11:35 WIB
Industri Asuransi Syariah Optimistis Aset Tumbuh 14,76 Persen Logo Otoritas Jasa Keuangan. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia -- Pelaku industri asuransi syariah disebut masih optimistis memasang target pertumbuhan aset sebesar 14,76 persen pada 2019 dari tahun sebelumnya. Hal ini dipicu kondisi sektor syariah yang tengah berkembang di Indonesia.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), aset asuransi syariah mencapai Rp41,96 triliun pada 2018. Aset tersebut berasal dari asuransi jiwa syariah senilai Rp34,47 triliun, asuransi umum syariah Rp5,62 triliun, dan reasuransi syariah Rp1,86 triliun. Artinya, aset pada tahun ini setidaknya ditargetkan menembus Rp48,15 triliun.

Deputi Komisioner Pengawas IKNB II OJK Mochammad Ihsanuddin memandang target tersebut memang cukup optimis. Sebab, pertumbuhan aset perasuransian syariah sejatinya hanya tumbuh sebesar 3,55 persen pada 2018 dari 2017 yang sekitar Rp40,52 triliun.


Kendati cukup optimis, namun ia melihat target tersebut bukan tidak mungkin untuk diraih. Pertama, ia melihat total populasi masyarakat Indonesia yang sangat besar merupakan peluang untuk digarap sektor asuransi syariah. Apalagi, umat muslim mendominasi sekitar 70-80 persen populasi masyarakat di Tanah Air.

"Sementara pangsa pasar syariah itu masih 5 persen, maka peluang untuk syariah meningkat masih ada. Bahkan, tak hanya di sektor industri keuangan non bank dan bank, tapi juga riil, seperti warung syariah dan lini usaha syariah lainnya," ungkapnya, dikutip Jumat (17/5).

Kedua, Indonesia baru saja membentuk Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) yang bertugas untuk memperluas penetrasi keuangan dan pasar syariah di Indonesia. Ia cukup yakin, kehadiran KNKS bisa membuat sektor ini kian terdongkrak, termasuk asuransi syariah.

"Jadi bukan tidak mungkin pertumbuhan yang masih single digit menjadi double digit," katanya.

Sementara data OJK mencatat jumlah aset asuransi syariah telah mencapai Rp43,43 triliun pada akhir Maret 2019. Aset tersebut setidaknya sudah tumbuh 3,52 persen dari akhir tahun lalu.

Di sisi lain, industri menargetkan kontribusi perasuransian syariah yang tercermin dari premi tumbuh 10,52 persen pada tahun in, yakni dari Rp15,35 triliun menjadi sekitar Rp16,96 triliun. Sementara pada periode Januari-Maret 2019, jumlah premi terkumpul sebanyak Rp3,84 triliun.

(uli/lav)